Akurat Logo

Ini Self-Care Terbaik Menurut Islam agar Terhindar dari Lingkungan Toxic

Lufaefi | 28 Oktober 2026, 07:40 WIB
Ini Self-Care Terbaik Menurut Islam agar Terhindar dari Lingkungan Toxic
Self Care Terbaik dalam Islam - Istimewa

AKURAT.CO Self-care sering dipahami sebagai aktivitas untuk memanjakan diri, seperti berlibur, membeli sesuatu yang disukai, menikmati makanan favorit, atau mengambil waktu untuk beristirahat. Semua itu memang dapat membantu seseorang menjaga keseimbangan hidup.

Namun, dalam perspektif Islam, merawat diri memiliki makna yang lebih luas. Self-care juga berarti menjaga hati, pikiran, perilaku, dan lingkungan pergaulan agar tidak terus-menerus membawa seseorang kepada hal yang merusak.

Salah satu bentuk self-care yang sering terlupakan adalah kemampuan memilih lingkungan pertemanan. Tidak semua orang yang dekat dengan kita selalu memberikan pengaruh yang baik. Ada lingkungan yang membuat seseorang berkembang, tetapi ada pula lingkungan yang perlahan membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri, mudah marah, terbiasa bergosip, atau bahkan menjauh dari nilai-nilai agama.

Al-Qur'an mengingatkan pentingnya memperhatikan siapa yang menjadi teman dekat dalam kehidupan sehari-hari.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan jadilah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah: 119).

Baca Juga: Panduan Rasulullah untuk Gen Z Saat Menghadapi Tekanan Emosi yang Meluap

Ayat tersebut menunjukkan bahwa lingkungan memiliki pengaruh terhadap kehidupan seseorang. Berada bersama orang-orang yang jujur dan memiliki komitmen terhadap kebaikan dapat menjadi salah satu cara menjaga diri agar tetap berada dalam jalan yang positif.

Karena itu, menjauh dari lingkungan toxic bukan berarti harus membenci atau memusuhi orang lain. Ada perbedaan antara menjaga jarak dan memutus silaturahmi secara kasar. Seseorang tetap dapat menghormati orang lain, tetapi tidak harus terus berada dalam lingkungan yang membuat dirinya tertekan atau terdorong melakukan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip yang diyakini.

Rasulullah SAW juga memberikan gambaran kuat mengenai pengaruh teman terhadap karakter seseorang.

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Teman yang baik dapat memberikan pengaruh positif, sebagaimana seseorang yang berada di dekat penjual minyak wangi bisa mendapatkan aroma harum. Sebaliknya, lingkungan yang buruk dapat meninggalkan dampak negatif meskipun seseorang tidak secara langsung melakukan keburukan tersebut.

Dalam kehidupan modern, lingkungan toxic tidak selalu hadir dalam bentuk pertemanan secara langsung. Media sosial juga dapat menjadi lingkungan yang memengaruhi kondisi psikologis. Konten yang penuh kebencian, pertengkaran, penghinaan, flexing, atau provokasi dapat membuat seseorang terus membandingkan kehidupannya dengan orang lain.

Karena itu, digital self-care juga penting. Seorang Muslim dapat memilih akun yang diikuti, membatasi interaksi yang tidak sehat, berhenti mengikuti konten yang memicu kebencian, dan menggunakan media sosial untuk memperoleh pengetahuan serta memperluas manfaat.

Self-care dalam Islam juga berkaitan dengan menjaga hati dari sesuatu yang berlebihan. Ketika lingkungan tertentu terus membuat seseorang kehilangan ketenangan, menjaga jarak secara bijak dapat menjadi bentuk ikhtiar untuk mempertahankan kesehatan diri sekaligus menjaga hubungan tetap dalam batas yang baik.

Baca Juga: Bukan Sekadar Kabut Asap, Ini Panduan Fikih Lingkungan Islami untuk Mencegah Karhutla

Islam tidak mengajarkan seseorang untuk hidup sendirian. Sebaliknya, manusia membutuhkan orang lain untuk saling menguatkan dalam kebaikan. Yang perlu diperhatikan adalah kualitas lingkungan tersebut: apakah membuat kita semakin dekat kepada kebaikan atau justru perlahan menarik kita ke arah sebaliknya.

Maka, salah satu bentuk self-care terbaik bagi seorang Muslim bukan hanya memberikan waktu untuk diri sendiri, tetapi juga berani mengevaluasi siapa yang diberi ruang paling dekat dalam kehidupan. Sebab, lingkungan yang sehat bukan sekadar membuat kita merasa nyaman, tetapi juga membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih tenang, dan lebih dekat kepada Allah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi