Bank Inggris Peringatkan Risiko AI pada Sistem Finansial

AKURAT.CO Regulator keuangan Inggris memperingatkan bahwa perkembangan model AI generasi terbaru dapat menciptakan gangguan besar pada sistem finansial global.
Peringatan tersebut muncul setelah kemampuan AI modern dinilai berkembang terlalu cepat dan berpotensi membuka risiko baru terhadap keamanan digital sektor perbankan.
Pernyataan itu disampaikan oleh Sam Woods dari Prudential Regulation Authority di bawah Bank of England. Ia mengatakan model AI frontier terbaru memiliki kemampuan menemukan kelemahan sistem secara lebih cepat dibanding metode keamanan tradisional.
Mengutip Reuters, kekhawatiran regulator muncul karena industri finansial modern sangat bergantung pada infrastruktur digital yang saling terhubung. Jika AI digunakan untuk mengeksploitasi vulnerability sistem perbankan, dampaknya dapat memengaruhi layanan transaksi digital secara luas.
Lembaga keuangan global kini mulai meningkatkan pengawasan terhadap perkembangan AI cybersecurity karena ancaman tersebut dianggap semakin realistis.
AI Frontier Dinilai Terlalu Cepat Berkembang
Bank of England menyebut model AI terbaru memiliki kemampuan reasoning dan coding yang jauh lebih kuat dibanding generasi sebelumnya. Teknologi tersebut dinilai mampu membantu proses identifikasi celah keamanan pada sistem lama.
Regulator Inggris memperingatkan bahwa peningkatan kebutuhan patching keamanan dapat memicu gangguan operasional layanan bank digital. Risiko ini menjadi perhatian karena sistem finansial dunia memiliki keterkaitan yang sangat besar.
Reuters melaporkan banyak institusi finansial kini mempercepat pengembangan AI defensive security untuk menghadapi ancaman keamanan digital generasi baru.
Perusahaan perbankan dan layanan keuangan juga mulai meningkatkan sistem monitoring otomatis agar dapat mendeteksi aktivitas mencurigakan berbasis AI lebih cepat.
Industri Keuangan Tingkatkan Investasi Keamanan
Ancaman keamanan digital berbasis AI diperkirakan membuat industri finansial meningkatkan belanja cybersecurity dalam jumlah besar. Nilai investasi keamanan siber global diproyeksikan mencapai miliaran dolar AS atau setara puluhan triliun rupiah menggunakan kurs sekitar Rp16.400 per dolar AS.
Banyak bank mulai memperbarui infrastruktur digital lama yang dianggap tidak lagi cukup aman menghadapi pola serangan otomatis berbasis AI.
Regulator keuangan global juga mulai memperkuat diskusi mengenai standar keamanan baru untuk teknologi AI di sektor finansial modern.
Bank of England menilai perkembangan AI akan terus memengaruhi industri finansial seiring meningkatnya kemampuan otomatisasi digital dan analisis sistem berbasis kecerdasan buatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK


