Akurat Logo

YouTube Rilis Avatar AI, Kreator Bisa 'Menggandakan Diri' Tanpa Rekam Video

Winna Wandayani | 15 April 2026, 14:25 WIB
YouTube Rilis Avatar AI, Kreator Bisa 'Menggandakan Diri' Tanpa Rekam Video
Ilustrasi YouTube (Pexels)

AKURAT.CO YouTube meluncurkan fitur kecerdasan buatan (AI) yang membuat kreator dapat menciptakan versi digital dirinya. Dengan teknologi ini, pengguna dapat membuat video Shorts tanpa perlu tampil di depan kamera.

Fitur avatar AI ini meniru wajah dan suara pengguna untuk dijadikan karakter digital dalam pembuatan konten. Google menyebut teknologi ini dirancang agar video tetap terasa autentik sekaligus aman digunakan.

YouTube menegaskan kontrol penuh tetap di tangan pemilik akun. Hanya pengguna yang dapat membuat, menggunakan dan mengelola avatar sehingga pihak lain tidak bisa mengakses atau mengubahnya.

"Avatar membuat versi digital diri Anda sehingga Anda dapat menghasilkan video yang terlihat dan terdengar seperti Anda, dengan aman dan terjamin," tulis Google dalam laman resminya, dikutip Senin (13/4/2026).

Jika video dengan avatar dipilih untuk remix, pengguna lain dapat mengolah ulang kontennya. Namun, mereka tidak bisa mengubah atau mengendalikan avatar di dalamnya.

Baca Juga: YouTube Hapus Kanal Video AI Bergaya Lego Terkait Iran

YouTube juga memastikan bahwa data sensitif seperti rekaman wajah dan suara akan dihapus permanen jika pengguna menghapus avatar. Upaya ini dilakukan untuk menjaga privasi dan mencegah penyalahgunaan identitas digital.

Selain itu, setiap konten yang dibuat menggunakan avatar AI akan diberi label khusus sebagai konten hasil AI. Transparansi ini menjadi bagian dari upaya YouTube untuk membedakan konten asli dan konten yang dihasilkan teknologi.

CEO YouTube, Neal Mohan, sebelumnya menekankan bahwa AI seharusnya menjadi alat bantu kreativitas, bukan pengganti kreator. Pernyataan ini mencerminkan posisi YouTube yang ingin tetap menempatkan manusia sebagai pusat produksi konten.

Meski demikian, fitur ini hadir di tengah tantangan YouTube dalam mengelola konten berbasis AI. Meski masih menghadapi isu moderasi dan potensi penyalahgunaan, platform ini tetap mengembangkan teknologi AI untuk mendukung kreator.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.