WhatsApp Jadi Penyebab Memori HP Cepat Penuh, Ini Solusinya

AKURAT.CO Memori internal ponsel sering penuh tanpa disadari akibat data WhatsApp yang terus bertambah. File seperti foto, video, audio dan dokumen bisa menguras ruang penyimpanan jika tidak dikelola dengan baik.
Seiring waktu, penumpukan data WhatsApp membuat kapasitas memori HP semakin menyempit. Karena itu, pengguna perlu mengatur penyimpanan aplikasi agar ruang memori tetap terjaga.
Masalah ini bisa diatasi dengan cara-cara sederhana yang mudah diterapkan. Pengaturan yang tepat juga membantu menjaga performa ponsel tetap optimal.
Dengan pengelolaan yang benar, pengguna dapat menghemat ruang penyimpanan secara signifikan. Dikutip dari laman resmi WhatsApp, Senin (9/2/2026), berikut caranya:
1. Menonaktifkan unduh media otomatis
- Buka aplikasi WhatsApp dan masuk ke menu 'Settings'.
- Pilih menu 'Penyimpanan dan Data'.
- Pada bagian unduh media otomatis, ubah pengaturan menjadi 'Jangan Pernah' untuk foto, video, audio dan dokumen.
- Setelah itu, media tidak akan terunduh otomatis dan hanya bisa diunduh secara manual sesuai kebutuhan.
Baca Juga: WhatsApp Tambah Fitur Keamanan Baru untuk Cegah Spyware
2. Menghapus file media yang menumpuk di WhatsApp
- Buka menu 'Settings' di WhatsApp.
- Pilih 'Penyimpanan dan Data', lalu masuk ke 'Kelola Penyimpanan'.
- Pilih file berukuran besar, media yang sering diteruskan, atau konten dari chat tertentu.
- Hapus file yang tidak diperlukan, baik sebagian maupun sekaligus.
3. Menonaktifkan penyimpanan media ke galeri ponsel
- Masuk ke menu 'Settings' di WhatsApp.
- Pilih menu 'Chat'.
- Nonaktifkan opsi 'Simpan ke Rol Kamera' atau 'Simpan ke Galeri'.
- Dengan pengaturan ini, file WhatsApp tidak langsung tersimpan di galeri ponsel.
Pengaturan tersebut dapat membantu mengurangi beban penyimpanan WhatsApp secara signifikan. Jika dilakukan secara rutin, memori ponsel akan lebih lega dan performa perangkat tetap optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








