Akurat

Gebrakan di Sektor Antariksa, Blue Origin Siapkan 5.408 Satelit TeraWave

Leo Farhan | 22 Januari 2026, 20:03 WIB
Gebrakan di Sektor Antariksa, Blue Origin Siapkan 5.408 Satelit TeraWave

AKURAT.CO Jeff Bezos kembali membuat gebrakan besar di sektor antariksa komersial melalui Blue Origin.

Perusahaan mengumumkan rencana ambisius untuk meluncurkan 5.408 satelit guna membentuk jaringan komunikasi baru bernama TeraWave.

Jaringan ini dirancang untuk melayani data center, pemerintah, dan bisnis global, serta menjadi pesaing langsung jaringan satelit lain seperti Starlink dari SpaceX dalam segi kapasitas dan kecepatan.

Mengutip Reuters, pengumuman ini terjadi ketika permintaan global akan layanan data dan konektivitas tanpa batas terus tumbuh, terutama didorong oleh kebutuhan industri teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) yang memerlukan jaringan berkecepatan tinggi dan latensi rendah.

Pendekatan Blue Origin bukan sekadar meniru model Starlink, tetapi menargetkan kecepatan ultra-tinggi yang mampu menjangkau hingga 6 terabit per detik (Tbps) di seluruh dunia, angka yang jauh melampaui jaringan komunikasi satelit konsumen yang ada saat ini.

Apa Itu TeraWave dan Potensinya

TeraWave dirancang sebagai jaringan satelit berorientasi korporasi dan pemerintah, tidak menargetkan pasar konsumen individu.

Ini berbeda dengan jaringan seperti Starlink yang telah menjangkau jutaan pengguna di berbagai negara.

Blue Origin menyatakan bahwa TeraWave akan lebih fokus pada layanan data dan komunikasi untuk aplikasi heavy-duty seperti server AI, infrastruktur data global, serta layanan penting yang membutuhkan transfer data besar dan cepat.

Rencana ini juga mencerminkan dinamika baru di industri antariksa komersial, di mana kebutuhan kapasitas data yang besar menjadi lebih diutamakan daripada sekadar konektivitas internet rumah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.