Pengisian Daya Cepat di Ponsel, Apakah Benar Aman untuk Baterai?

AKURAT.CO Teknologi pengisian cepat kini telah menjadi fitur umum di berbagai ponsel modern. Jika sebelumnya kecepatan 30W sudah tergolong cepat, kini standar tersebut meningkat pesat berkat inovasi dari berbagai produsen.
Beberapa merek bahkan menawarkan pengisian hingga 150W yang mampu mengisi setengah baterai hanya dalam lima menit. Sementara itu, iPhone 17 Pro Max dapat mencapai 50 persen daya dalam waktu 20 menit menggunakan charger 40W.
Kemajuan teknologi ini menimbulkan pertanyaan, apakah pengisian cepat berisiko bagi baterai ponsel? Para ahli menilai penurunan kapasitas baterai lebih disebabkan oleh faktor usia, bukan semata karena pengisian cepat.
Secara teknis, baterai berfungsi dengan memindahkan ion litium antara dua lapisan utama melalui cairan elektrolit. Proses perpindahan ini menghasilkan panas yang dapat meningkat saat pengisian daya berlangsung.
Jika suhu terlalu tinggi, panas tersebut bisa memicu kristalisasi garam elektrolit di dalam baterai. Akibatnya, aliran ion menjadi terhambat dan kapasitas baterai pun menurun lebih cepat, sebagaimana dikutip dari PCMag, Sabtu (25/10/2025).
Kini, risiko kerusakan akibat pengisian cepat jauh lebih kecil berkat teknologi pendinginan dan manajemen daya yang canggih. Ponsel modern dilengkapi pelindung termal, lapisan pendingin dan pipa panas untuk menjaga suhu tetap stabil selama pengisian daya.
Selain itu, sistem adaptive charging mengatur aliran daya agar tinggi di awal lalu menurun saat mendekati penuh. Fitur ini juga mempelajari kebiasaan pengguna, sehingga baterai mencapai 100 persen tepat sebelum digunakan.
Apple dan Google kini menghadirkan fitur pemantauan kesehatan baterai agar pengguna dapat memantau kondisi perangkatnya. Melalui menu Battery Health atau informasi baterai, pengguna bisa melihat kapasitas maksimum serta jumlah siklus pengisian daya.
Lalu, apakah pengisian cepat aman digunakan? Para ahli menegaskan fitur ini tidak berbahaya selama memakai charger resmi, karena ponsel modern sudah mampu menghentikan aliran daya dan mengatur panas secara otomatis.
Meski begitu, proses penurunan kapasitas tetap tidak bisa dihindari pada semua jenis baterai litium-ion. Seiring waktu, performa baterai akan berkurang meski telah dirawat dengan baik.
Faktor seperti panas berlebih, penggunaan intensif dan pengisian daya berlebihan dapat mempercepat kerusakan sel baterai. Karena itu, menjaga suhu perangkat serta memakai charger berkualitas menjadi langkah penting untuk memperpanjang usia baterai.
Kesimpulannya, pengisian cepat bukanlah ancaman besar selama dilakukan dengan benar. Teknologi modern telah membuatnya aman, efisien dan praktis untuk mendukung aktivitas digital yang serba cepat tanpa mengorbankan umur baterai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









