Akurat

Eksklusif dari Vietnam : Kaspersky Ungkap Bahaya Dark AI, Targetkan Asia Pasifik!

Petrus C. Vianney | 7 Agustus 2025, 14:42 WIB
Eksklusif dari Vietnam : Kaspersky Ungkap Bahaya Dark AI, Targetkan Asia Pasifik!

AKURAT.CO Serangan siber kian canggih seiring maraknya penggunaan kecerdasan buatan gelap atau Dark AI di Asia Pasifik. Hal ini diungkap Kaspersky dalam APAC Cyber Security Weekend 2025 di Da Nang, Vietnam.

"Sejak ChatGPT mendapatkan popularitas global pada tahun 2023, kami telah mengamati beberapa adopsi AI yang bermanfaat," ujar Sergey Lozhkin selaku Kepala Tim Riset & Analisis Global (GReAT) untuk META dan APAC di Kaspersky, saat acara konferensi pers di Da Nang, Vietnam, Selasa (5/8/2025).

Dark AI merujuk pada penggunaan model bahasa besar (LLM) tanpa pengawasan untuk tujuan jahat. Sistem ini berjalan di luar tata kelola sehingga memudahkan penipuan, manipulasi data dan serangan siber besar.

Lozhkin menyebut salah satu contoh Dark AI adalah Black Hat GPT yang muncul pertengahan 2023. Model ini dimodifikasi khusus untuk menghasilkan kode berbahaya, email phishing, hingga deepfake untuk memperdaya target.

Baca Juga: Kaspersky : SOC Cerdas Jadi Kunci Konvergensi TI dan OT di Asia Pasifik

Beberapa variasi Black Hat GPT yang telah teridentifikasi antara lain WormGPT, DarkBard, FraudGPT dan Xanthorox. Seluruhnya dirancang untuk mendukung aktivitas kriminal seperti penipuan online dan operasi otomatisasi serangan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, Kaspersky kini melihat adanya keterlibatan aktor negara-bangsa yang memanfaatkan LLM dalam kampanye siber berskala global. "Pelaku ancaman akan terus mencari cara baru untuk mempersenjatai AI generatif," jelas Lozhkin.

OpenAI melaporkan lebih dari 20 operasi siber tersembunyi yang mencoba menyalahgunakan teknologi AI mereka. Modusnya termasuk membuat persona palsu multibahasa untuk menipu korban dan menembus filter keamanan tradisional.

"AI tidak secara inheren dapat membedakan yang benar dan yang salah, melainkan alat yang mengikuti perintah," tegas Lozhkin.

Kaspersky menyarankan penggunaan solusi keamanan generasi baru untuk memantau malware berbasis AI. Perusahaan juga dianjurkan membangun SOC dan mengedukasi karyawan agar tak mudah menjadi korban Dark AI.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.