Akurat

16 Miliar Data Bocor, Kaspersky Ingatkan Ancaman Malware Infostealer yang Semakin Luas

Petrus C. Vianney | 23 Juni 2025, 19:55 WIB
16 Miliar Data Bocor, Kaspersky Ingatkan Ancaman Malware Infostealer yang Semakin Luas

AKURAT.CO Kaspersky menanggapi laporan kebocoran data masif yang mencakup 16 miliar catatan. Data ini disebut berasal dari gabungan 30 pelanggaran sejak awal 2024 yang dikumpulkan tim Cybernews.

Menurut Kaspersky, malware jenis infostealer menjadi biang utama dalam pencurian data ini. Telemetri internal mereka menunjukkan peningkatan 21 persen serangan infostealer secara global dari 2023 ke 2024.

Malware ini dirancang untuk mencuri kredensial, cookie dan data sensitif lainnya dari perangkat korban. Informasi yang dicuri tersebut kemudian dijual di dark web.

Alexandra Fedosimova, Analis Digital Footprint di Kaspersky, menjelaskan bahwa kumpulan 16 miliar data ini kemungkinan berisi banyak duplikat. Penyebabnya adalah penggunaan ulang kata sandi oleh pengguna.

"Kumpulan data (log) ini terutama diperoleh oleh penjahat dunia maya melalui infostealer," ujar Alexandra, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Senin (23/6/2025).

Sementara itu, Dmitry Galov, Kepala Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky (GReAT) menyebut kasus ini mencerminkan perkembangan industri kejahatan siber. Ia menilai pencurian data kini semakin terstruktur dan meluas.

"Yang perlu diperhatikan dalam kasus ini bukanlah fakta adanya pelanggaran berskala besar atau beberapa pelanggaran itu sendiri," katanya.

Anna Larkina, Pakar Analisis Konten Web di Kaspersky, mengingatkan pengguna untuk lebih peduli terhadap keamanan digital. Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan agar data tetap terlindungi.

"Perbarui kata sandi Anda secara berkala dan aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) jika belum diaktifkan," imbau Anna.

Pengguna juga diimbau untuk waspada terhadap penipuan berbasis data bocor. Salah satunya adalah rekayasa sosial yang memanfaatkan informasi pribadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.