Akurat

Jutaan Data Login Bocor, Ini Cara Lindungi Akun Online Anda

Petrus C. Vianney | 22 Juni 2025, 19:45 WIB
Jutaan Data Login Bocor, Ini Cara Lindungi Akun Online Anda

AKURAT.CO Lebih dari 16 miliar data login pengguna dilaporkan bocor dalam sebuah insiden keamanan siber besar. Kebocoran ini pertama kali diungkap oleh tim peneliti dari Cybernews.

Kabarnya, kebocoran ini sebagai salah satu pelanggaran data terbesar yang pernah terjadi. Data yang bocor mencakup akses ke berbagai layanan seperti Apple, Google, Facebook, GitHub, Telegram, hingga sistem pemerintah.

Para ahli memperingatkan bahwa kebocoran ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan ancaman serius bagi keamanan digital. Celah ini bisa dimanfaatkan untuk aksi kejahatan siber, seperti serangan phishing.

Siapa yang Terkena Dampaknya?

Para peneliti mengungkapkan bahwa jumlah akun yang benar-benar terdampak masih belum bisa dipastikan. Hal ini disebabkan oleh luasnya cakupan data yang bocor dan belum jelasnya sumber kebocoran.

Mereka juga menegaskan bahwa perusahaan seperti Apple, Google dan Facebook tidak mengalami pelanggaran langsung. Namun, beberapa kredensial yang bocor terhubung dengan URL login ke layanan tersebut.

Perlukah Ganti Kata Sandi?

Sebagai langkah pencegahan, pengguna dapat segera mengganti kata sandi akun. Idealnya, kata sandi juga diperbarui secara berkala untuk mengurangi risiko di masa depan, sebagaimana dikutip dari CyberNews, Minggu (22/6/2025).

Namun, pakar keamanan masih berbeda pendapat soal frekuensi penggantian kata sandi. Ada yang menganjurkan untuk menggantinya beberapa bulan sekali, sementara lainnya menyarankan hanya mengubah jika ada indikasi kebocoran.

Tips Membuat Kata Sandi yang Aman

Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur menyarankan agar pengguna membuat kata sandi yang kuat dengan minimal 16 karakter, serta terdiri dari kombinasi huruf, angka dan simbol secara acak. Gunakan kata sandi berbeda untuk setiap akun.

Sebagai alternatif yang lebih aman, para ahli menyarankan penggunaan passkey untuk menggantikan kata sandi tradisional. Selain itu, pengguna juga dianjurkan untuk selalu mengaktifkan fitur otentikasi dua faktor (2FA) jika tersedia.

Penting juga untuk secara rutin memantau aktivitas akun demi mendeteksi adanya penyalahgunaan. Jika ditemukan aktivitas mencurigakan, segera hubungi layanan pelanggan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kebocoran data ini menjadi pengingat penting bagi semua pengguna internet untuk meningkatkan kewaspadaan. Setiap pengguna juga perlu memperkuat sistem keamanan akun pribadi demi mencegah risiko yang lebih besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.