Akurat

Trump Luncurkan Smartphone Seharga Rp8,1 Jutaan dan Layanan Seluler Trump Mobile

Petrus C. Vianney | 18 Juni 2025, 18:54 WIB
Trump Luncurkan Smartphone Seharga Rp8,1 Jutaan dan Layanan Seluler Trump Mobile

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan layanan seluler Trump Mobile dengan smartphone seharga $499 (sekitar Rp8,1 jutaan). Peluncurannya diumumkan di Trump Tower, New York, Senin (17/6/2025).

Layanan ini akan menggunakan jaringan dari tiga operator utama di AS. Fitur yang ditawarkan mencakup telemedicine, bantuan pinggir jalan dan SMS internasional tanpa batas ke 100 negara.

"Kami akan memperkenalkan seluruh paket produk di mana orang-orang dapat datang," ujar putra sulung presiden, Donald Trump Jr., dikutip dari Reuters, Selasa (17/6/2025).

Biaya langganannya ditetapkan sebesar $47,45 (sekitar Rp773 ribuan) per bulan. Angka tersebut merujuk pada posisi Trump sebagai Presiden ke-45 dan kini ke-47.

Trump Mobile juga mengumumkan rencana merilis smartphone 'emas ramping'. Perangkat ini diklaim dirancang dan dibuat di Amerika Serikat.

Namun, belum diketahui siapa produsen perangkat tersebut karena produksi ponsel di AS masih terbatas akibat biaya tinggi dan ketergantungan impor. Eric Trump menyebut pengiriman awal kemungkinan belum bisa dilakukan.

Meski megang lisensi merek, Organisasi Trump mengklaim tidak terlibat langsung dalam produksi atau penjualan layanan ini. T1 Mobile LLC sebagai penyedia layanan terdaftar di Florida sejak April, namun pengelolanya belum diketahui.

Situs resmi menyebut layanan ini akan didukung oleh pusat panggilan yang berbasis di AS. Selain itu, perangkatnya diklaim sebagai telepon buatan dalam negeri.

Layanan ini beroperasi sebagai Mobile Virtual Network Operator (MVNO). Artinya, mereka menyewa jaringan dari operator besar seperti Verizon, AT\&T dan T-Mobile.

Meski pasar MVNO masih kecil, hanya sekitar 3-4 persen dari total pelanggan seluler AS, bisnis ini tetap menarik perhatian. Aktor Ryan Reynolds, misalnya, pernah sukses menjalankan Mint Mobile dalam kategori yang sama.

Namun, sejumlah analis meragukan potensi keuntungan besar dari proyek ini. Mereka menilai bahwa jika Trump Mobile tidak mampu menarik jutaan pelanggan, dampaknya terhadap keuangan keluarga Trump akan sangat kecil.

Dalam laporan keuangan terbaru, Donald Trump mencatat pendapatan lebih dari $600 juta (sekitar Rp9,7 triliun) hingga akhir 2024. Pendapatan tersebut berasal dari berbagai bisnis seperti lisensi merek, proyek kripto, klub golf dan lainnya.

Sejak saat itu, proyek kripto milik keluarga Trump dikabarkan telah menghasilkan ratusan juta dolar tambahan. Jumlah tersebut berasal dari penjualan yang tercatat oleh entitas kripto terkait Trump.

Kritik pun muncul, salah satunya dari profesor hukum Harvard, Lawrence Lessig. Ia menilai kebijakan ini sebagai bukti bahwa Trump memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri dan keluarganya.

"Tidak ada seorang pun yang telah memperhatikan yang dapat melewatkan bahwa Presiden Trump menganggap kepresidenan sebagai kendaraan untuk menumbuhkan kekayaan keluarganya," jelasnya.

Apalagi, keluarga Trump sebelumnya pernah mengalami kegagalan dalam sejumlah bisnis lisensi. Beberapa di antaranya termasuk Trump Vodka, Trump Steaks dan Trump University.

Industri ponsel pintar AS masih dikuasai produk luar negeri, terutama dari Tiongkok, Korea Selatan dan India. Hanya Purism yang diketahui memproduksi ponsel di AS, yakni model 'Liberty' seharga $1.999 (sekitar Rp32,5 jutaan).

CEO Purism, Todd Weaver, menyebut klaim Trump Mobile tentang ponsel buatan lokal seharga Rp8,1 jutaan sebagai 'vaporware klasik'. Ia menilai produk tersebut mungkin tidak akan pernah benar-benar hadir di pasar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.