Akurat

Kepala BMKG Tekankan Pentingnya Keberlanjutan Sistem Peringatan Dini

Leo Farhan | 17 Juni 2025, 17:40 WIB
Kepala BMKG Tekankan Pentingnya Keberlanjutan Sistem Peringatan Dini

AKURAT.CO Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menekankan pentingnya keberlanjutan sistem peringatan dini bencana di tengah pergantian kepemimpinan daerah. Pernyataan ini ia sampaikan saat mewakili Indonesia dalam United Nations Ocean Conference (UNOC) di Nice, Prancis, 9–10 Juni 2025.

Ia mengapresiasi meningkatnya kesadaran global terhadap mitigasi bencana, khususnya hidrometeorologi dan tsunami, namun menilai kesadaran saja tidak cukup tanpa aksi nyata dan berkelanjutan di tingkat lokal.

"Satu kota di Indonesia sudah kami siapkan dengan sistem peringatan dini tsunami secara komprehensif. Semua unsur terlibat, dari pembuat kebijakan, peneliti, universitas, masyarakat hingga pemimpin daerah. Tapi ketika kepemimpinan di daerah tersebut berganti, semua kebijakan itu 'masuk laci'. Tiga tahun kemudian, tsunami terjadi. Dan mereka tidak siap,” ujar Dwikorita.

Ia juga menyoroti ketidakpastian bencana akibat perubahan iklim, seperti munculnya Siklon Tropis Seroja pada 2021 yang seharusnya tidak terbentuk di wilayah tropis Indonesia.

“Siklon tropis seharusnya tidak terbentuk di dalam zona tropis tersebut, namun kenyataannya hal tersebut terjadi. Ini mengejutkan kami dan menunjukkan bahwa tantangan bencana semakin tidak terduga,” tegasnya.

Dwikorita menambahkan bahwa inovasi teknologi dan observasi laut dalam penting, namun tetap membutuhkan dukungan sosial-politik agar efektif.

“Kita belajar bahwa saat semua orang siap, entah bagaimana bencana tidak terjadi. Tapi saat kita mulai lengah, bencana bisa datang. Inilah refleksi penting yang harus dijaga kesinambungannya oleh semua pihak,” katanya.

Ia juga mengapresiasi pelajaran dari negara lain seperti Jamaika, Brasil, dan negara-negara Pasifik, namun menegaskan bahwa komitmen lokal adalah kunci ketahanan jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.