Akurat

Trump Bebaskan Ponsel dan Komputer dari Kenaikan Tarif Impor

Petrus C. Vianney | 14 April 2025, 14:11 WIB
Trump Bebaskan Ponsel dan Komputer dari Kenaikan Tarif Impor

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat (AS) di era Donald Trump mengecualikan sejumlah produk teknologi konsumen dari kenaikan tarif impor, termasuk asal Tiongkok. Produk yang dikecualikan mencakup ponsel pintar, laptop, chip komputer dan perangkat elektronik lainnya.

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) telah memperbarui panduan resmi yang membebaskan barang-barang tersebut dari tarif tambahan sebesar 125 persen yang diberlakukan terhadap produk asal Tiongkok. Tarif dasar global sebesar 10 persen juga tidak dikenakan pada produk ini.

Selain itu, pengecualian juga mencakup mesin produksi semikonduktor yang digunakan dalam industri chip. Peralatan ini digunakan oleh perusahaan seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. untuk memproduksi chip.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (14/4/2025), Gedung Putih juga merilis memo yang menyatakan kebijakan ini mencakup perubahan aturan bea untuk paket kecil bernilai rendah. Paket tersebut sebelumnya direncanakan akan dihapus dari ketentuan pengiriman bebas bea.

Meski demikian, produk-produk tersebut tetap dikenakan tarif lain seperti bea 20 persen untuk menekan impor bahan terkait fentanyl dari Tiongkok. Selain itu, tarif yang sudah diberlakukan sebelum masa jabatan Trump juga masih tetap berlaku.

Keputusan ini datang bersamaan dengan kebijakan 'jeda 90 hari' atas tarif baru untuk sebagian besar negara, sementara tarif impor dari Tiongkok dinaikkan secara total menjadi 145 persen.

Sebelumnya, tarif tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan lonjakan harga produk teknologi di AS.

Beberapa produsen seperti Sony dan OnePlus telah menaikkan harga produknya di AS, sementara Apple dikabarkan mempercepat impor iPhone dari India.

Di sisi lain, Nintendo memilih menunda pemesanan Switch 2 untuk wilayah AS namun tetap mempertahankan harga rilisnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.