IndoTelko Forum Tekankan Sinergi Digital untuk Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Diskusi akhir tahun IndoTelko Forum bertajuk 'Sinergi Industri Digital Wujudkan Asta Cita' menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat transformasi digital di Indonesia.
Para pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, industri telekomunikasi dan masyarakat sepakat bahwa sinergi merupakan kunci untuk menjadikan Indonesia pemain utama ekonomi digital global, mendukung visi Indonesia Emas 2045 dan menciptakan ekosistem digital inklusif.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam pidato pembukaannya, menegaskan bahwa pemerintah akan fokus pada pemerataan infrastruktur digital dan regulasi yang mendukung pertumbuhan sektor digital.
"Sinergi antara pemerintah, industri dan masyarakat akan menentukan sejauh mana Indonesia dapat memanfaatkan potensi ekonomi digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ungkap Meutya, dalam bincang media yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2024).
Pendiri IndoTelko, Doni Ismanto Darwin, menekankan peran strategis sektor ekonomi digital dalam mencapai visi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam lima tahun ke depan.
Baca Juga: Transformasi Digital, Pertagas Sabet Penghargaan
"Sinergi antara pemerintah, industri dan masyarakat sangat penting dalam mendorong transformasi digital yang akan memberdayakan UMKM dan mendorong investasi yang berdampak pada kesejahteraan rakyat," tambah Doni.
Dirgayuza Setiawan, Editor Buku Strategi Transformasi Bangsa Prabowo Subianto, menyoroti pentingnya pengembangan talenta digital melalui pendidikan di universitas top dunia.
"Kita bisa belajar dari India dan Tiongkok yang sukses membangun talenta digital lewat pendidikan di luar negeri. Sebagian besar pemimpin perusahaan teknologi besar mereka merupakan lulusan universitas top di Amerika Serikat," tegasnya.
Zulfi Hadi, Marketing & Solution Director Lintasarta, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung digitalisasi nasional melalui infrastruktur modern seperti fiber optic, data center, GPU cloud dan keamanan siber.
"Kami menghubungkan lebih dari 80 persen kabupaten di Indonesia dengan infrastruktur modern untuk mendukung percepatan ekonomi digital," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK




