Akurat

Peta Digital: Pentingnya Basis Data Spasial Mandiri untuk Indonesia

Eko Krisyanto | 7 Oktober 2024, 18:02 WIB
Peta Digital: Pentingnya Basis Data Spasial Mandiri untuk Indonesia

AKURAT.CO Hadirnya peta digital di era sekarang memegang peranan sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari penunjuk arah, penyedia informasi lokasi, hingga layanan berbasis lokasi.

Dalam dunia bisnis, penggunaan peta digital semakin strategis. Misalnya, bisnis logistik memerlukan informasi mengenai jaringan transportasi dan lokasi yang akurat, sementara bisnis kuliner dan ritel memanfaatkannya untuk analisis pasar.

Google Maps merupakan salah satu layanan peta digital terkemuka yang menyediakan peta, rute, dan informasi geospasial secara real-time, termasuk fitur petunjuk arah dan informasi lalu lintas.

Baca Juga: Puan Maharani Konfirmasi Pertemuan Megawati dan Prabowo di Bulan Oktober

Namun, Indonesia memerlukan basis data spasial digital yang dikelola secara mandiri, dengan peta yang lebih detail dan spesifik untuk seluruh wilayah nusantara.

Meskipun tantangan untuk membangun peta digital nasional ini cukup besar, penting bagi Indonesia untuk memiliki peta digital yang lebih informatif dan akurat dibandingkan Google Maps.

Upaya ini sejalan dengan Undang-Undang No 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial yang menetapkan delapan elemen penting dalam peta digital, termasuk garis pantai, batas administrasi, toponimi, jaringan transportasi, fitur hidrologi, penggunaan lahan, relief, serta bangunan dan fasilitas umum.

Dengan peta digital yang memenuhi standar ini, kualitas layanan berbasis lokasi di Indonesia dapat meningkat secara signifikan.

Baca Juga: Kumpulan 30 Soal Ujian Sekolah Bahasa Indonesia Kelas 6 dan Kunci Jawabannya

Hal ini juga membuka peluang bagi pengembangan bisnis teknologi geospasial di dalam negeri dan menciptakan alternatif yang lebih unggul daripada Google Maps.

Bahkan, Google Maps nantinya mungkin akan diharuskan untuk menggunakan peta buatan dalam negeri jika Indonesia mampu menyediakan basis data spasial yang lebih akurat dan relevan.

Saat ini, Badan Informasi Geospasial (BIG) sedang berupaya menyediakan peta digital skala detail untuk seluruh Indonesia, dengan target penyelesaian dalam tiga tahun ke depan.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang geospasial juga menjadi fokus penting agar data dan peta yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Terhenti di Beijing Pekan Lalu, Aldila Sutjiadi tetap Gandeng Leylah Fernandez di Wuhan Terbuka

Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akurasi dan kualitas layanan berbasis peta di Indonesia, tetapi juga memperkuat kemandirian bangsa dalam teknologi geospasial serta mendukung perkembangan ekonomi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Maulida Sahla Sabila)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.