Akurat

Penjahat Siber Gencar Membobol Kata Sandi Perusahaan di Asia Tenggara

Petrus C. Vianney | 6 Mei 2024, 16:56 WIB
Penjahat Siber Gencar Membobol Kata Sandi Perusahaan di Asia Tenggara

AKURAT.CO Menurut laporan terbaru dari perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, Penjahat siber terus mengincar perusahaan di Asia Tenggara dengan metode bruteforce.

Dalam rentang Januari hingga Desember 2023, lebih dari 61 juta serangan Bruteforce.Generic.RDP.* berhasil dicegah oleh produk keamanan Kaspersky yang dipasang di perusahaan di Asia Tenggara.

Serangan Bruteforce adalah cara untuk menebak kata sandi atau kunci enkripsi dengan mencoba semua kemungkinan kombinasi karakter hingga menemukan yang benar. Jika berhasil, penyerang bisa mendapatkan akses ke kredensial pengguna yang valid.

Serangan ini terutama menargetkan Remote Desktop Protocol (RDP) milik Microsoft, yang digunakan untuk mengontrol komputer jarak jauh. Serangan tersebut berhasil menemukan pasangan login/kata sandi RDP yang valid.

Baca Juga: 5 Cara Mengetahui Password Wifi Tetangga Anti Gagal

Vietnam, Indonesia dan Thailand mencatat jumlah serangan RDP tertinggi tahun lalu. Sementara Singapura, Filipina dan Malaysia juga menjadi sasaran.

"Serangan bruteforce bukanlah ancaman yang dapat diabaikan oleh perusahaan. Penggunaan layanan pihak ketiga untuk pertukaran data, karyawan yang bekerja menggunakan komputer di rumah, dan jaringan Wi-Fi yang berpotensi tidak aman," jelas Adrian Hia selaku Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Senin (6/5/2024).

Untuk melindungi diri, pengguna RDP disarankan untuk menggunakan kata sandi yang kuat, mengakses RDP melalui VPN perusahaan, menggunakan otentikasi dua faktor jika memungkinkan dan menonaktifkan RDP jika tidak digunakan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.