Akurat Logo

Misteri Tsunami Oktober di Jepang Terpecahkan, Gunung Berapi Dituding Penyebabnya

Petrus C. Vianney | 26 April 2024, 17:18 WIB
Misteri Tsunami Oktober di Jepang Terpecahkan, Gunung Berapi Dituding Penyebabnya

AKURAT.CO Para ilmuwan telah lama bingung dengan tsunami misterius yang melanda Samudera Pasifik bulan Oktober lalu di Jepang. Tidak ada gempa besar yang terdeteksi, menyisakan pertanyaan besar tentang penyebabnya.

Namun, Penjaga Pantai Jepang telah mengumumkan bahwa mereka mungkin telah menemukan jawabannya. Mereka menyebut lokasi kawah gunung berapi bawah air di dekat pulau Torishima sebagai penyebab paling mungkin.

Tsunami ini terjadi pada pagi hari tanggal 9 Oktober dan terlihat dari wilayah Kanto hingga Prefektur Okinawa. Meskipun tidak ada gempa bumi besar yang terdeteksi, tsunami terjadi setelah serangkaian gempa kecil di sekitar Torishima.

Selama beberapa bulan, tim peneliti melakukan survei dasar laut di sekitar Torishima. Mereka menemukan kawah baru berdiameter 1,6 kilometer di kaldera Sofukaizan, gunung berapi bawah laut di wilayah tersebut.

Sebagian besar gunung berapi telah hilang dan ada tanda-tanda kemiringan kawah yang runtuh. Sekitar 10 hari setelah tsunami, batu apung vulkanik ditemukan di sekitar gunung berapi, menambah bukti bahwa letusan gunung berapi mungkin menjadi penyebab tsunami tersebut.

Osamu Sandanbata, seorang ilmuwan yang memimpin penelitian tersebut, menjelaskan bahwa tsunami yang diakibatkan oleh letusan gunung berapi sulit diprediksi dibandingkan dengan tsunami akibat gempa bumi.

"Tsunami biasanya dikaitkan dengan aktivitas seismik, namun seperti tsunami baru-baru ini yang disebabkan oleh aktivitas vulkanik bawah air, tsunami juga dapat terjadi jika tidak ada guncangan yang signifikan," kata Sandanbata, dikutip dari Asahi.com, Rabu (24/4/2024).

Meskipun tidak ada tanda-tanda aktivitas vulkanik yang jelas di permukaan laut, penting untuk tetap waspada terhadap potensi tsunami yang disebabkan oleh aktivitas bawah air.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.