Akurat

Hampir Seperempat Pengguna Aplikasi Kencan Mengalami Penguntitan Online

Leo Farhan | 14 Februari 2024, 20:44 WIB
Hampir Seperempat Pengguna Aplikasi Kencan Mengalami Penguntitan Online

AKURAT.CO - Perusahaan keamanan siber global Kaspersky mewawancarai 1000 orang di 21 negara di seluruh dunia terkait pencarian cinta secara online.

Namun, meskipun hampir seperempat responden (23%) mengatakan bahwa mereka pernah mengalami semacam penguntitan online dari orang yang baru mereka kencani.

Mereka masih rentan terhadap peningkatan jumlah penguntitan dan pelecehan di hari Valentine ini karena risiko yang ditimbulkan oleh pengaturan lokasi, privasi data dan lebih luas lagi, berbagi secara berlebihan (oversharing).

Jenis kekerasannya beragam, dengan lebih dari sepertiga (39%) responden pernah melaporkan beberapa bentuk kekerasan atau pelecehan yang dilakukan oleh pasangannya saat ini atau sebelumnya.

Lalu 16% responden pernah menerima email atau pesan yang tidak diinginkan dan mungkin yang paling memprihatinkan, 13 % telah difilmkan atau difoto tanpa persetujuan mereka.

Sebanyak 10% lainnya mengakui bahwa lokasi mereka telah dilacak, 10% mengakui bahwa akun media sosial atau email mereka telah diretas, dan yang mengkhawatirkan, 7% telah memasang perangkat penguntit (stalkerware) di perangkat mereka tanpa persetujuan.

Baca Juga: Biar Nggak Zonk, Ini Tips Terbaik Untuk Memulai Percakapan di Aplikasi Kencan

Secara proporsional, lebih banyak responden perempuan yang pernah mengalami beberapa bentuk kekerasan atau pelecehan dibandingkan responden laki-laki (42% berbanding 36%).

Fakta mengkhawatirkan lagi, lebih banyak dari mereka yang saat ini berpacaran pernah mengalami kekerasan atau pelecehan dibandingkan dengan mereka yang sudah menjalin hubungan jangka panjang (48% berbanding 37%).

Faktanya, 34% responden mengatakan mereka khawatir akan kemungkinan dikuntit secara online, dan responden perempuan sedikit lebih khawatir terhadap prospek tersebut dibandingkan laki-laki (36% merasa khawatir dibandingkan dengan 31% responden laki-laki).

Gambarannya juga berbeda secara global, dengan lebih banyak dari mereka yang mengalami beberapa bentuk penguntitan online berasal dari wilayah Amerika Selatan dan Tengah serta Asia - 42% responden di India melaporkan beberapa bentuk penguntitan online di India, begitu pula 38% di Meksiko dan 36% di Argentina.

David Emm, Peneliti Keamanan Utama di Kaspersky mengatakan dengan adanya peluang, muncul pula ancaman dan salah satunya adalah kemudahan akses terhadap data yang dapat dilacak dan membuat pengguna rentan terhadap penyalahgunaan.

“Menjelajahi kencan online dan ruang virtual dapat menjadi sebuah tantangan," ujarnya.
Untuk itu, ia menegaskan sangat penting bagi media sosial dan aplikasi kencan untuk menerapkan proses verifikasi, yang dapat membantu memastikan bahwa profil pengguna cocok dengan foto mereka yang sebenarnya.

Ia seraya menegaskan panduan keselamatan dan sumber daya harus mudah diakses secara online dalam berbagai bahasa. Serta memastikan bahwa individu yang rentan mendapatkan dukungan yang diperlukan tanpa perlu mendaftar untuk sebuah aplikasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.