Akurat

Meta Mulai Memberi Label pada Gambar Buatan AI di Facebook, Threads dan Instagram

Petrus C. Vianney | 7 Februari 2024, 22:09 WIB
Meta Mulai Memberi Label pada Gambar Buatan AI di Facebook, Threads dan Instagram

AKURAT.CO - Meta baru saja mengumumkan langkah baru mereka dalam melabeli gambar yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) di platform mereka, termasuk Facebook, Threads dan Instagram.

Dalam upaya untuk melindungi pengguna dan menghentikan penyebaran disinformasi, Meta akan bekerja sama dengan perusahaan lain untuk memberi label pada semua gambar AI yang dibagikan di platformnya.

Dikutip dari Gadgets360.com, Rabu (07/02/2024), Presiden Urusan Global Meta, Nick Clegg, menekankan pentingnya langkah ini dan menyatakan kerjasama dengan industri untuk mengembangkan solusi.

Saat ini, Meta dapat melabeli gambar dari perusahaan-perusahaan seperti Google, OpenAI, Microsoft, Adobe, Midjourney dan Shutterstock. Mereka telah memulai dengan memberi label pada gambar dari model AI Meta sebagai 'Dibayangkan dengan AI'.

Untuk memastikan identifikasi yang akurat, alat pendeteksi membutuhkan pengenal umum di semua gambar. Meta mengatakan bahwa pihaknya mampu mendeteksi gambar AI dari perusahaan-perusahaan yang mengikuti standar teknis industri.

Hingga teknologi deteksi yang lebih canggih tersedia, Meta telah menambahkan fitur bagi pengguna untuk mengungkapkan jika mereka membagikan konten audio atau video yang dihasilkan AI. Hal ini membantu pengguna untuk lebih memahami konteks dari konten yang mereka bagikan.

Meta juga memberikan peringatan bahwa mereka dapat memberlakukan sanksi kepada pengguna yang tidak mengungkapkan konten yang diubah atau dibuat secara digital. Selain itu, konten berisiko tinggi dan membingungkan publik akan diberi label yang lebih menonjol untuk membantu pengguna memahami konteksnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.