Akurat

Berita Palsu Banjiri Media Sosial Pasca Gempa di Ishikawa

Petrus C. Vianney | 7 Januari 2024, 21:44 WIB
Berita Palsu Banjiri Media Sosial Pasca Gempa di Ishikawa

AKURAT.CO - Setelah gempa dahsyat melanda Prefektur Ishikawa pada Hari Tahun Baru, sebanyak ratusan ribu postingan di media sosial dengan cepat menyebarkan berita palsu yang menyatakan bahwa gempa tersebut buatan manusia.

Dikutip dari Asahi.com, Minggu (7/1/2024), tren ini dapat disebabkan oleh keserakahan finansial yang membuat orang lebih cenderung membagikan informasi yang salah bahkan dalam situasi krisis.

Antara jam 4 sore pada tanggal 1 Januari hingga tengah malam pada tanggal 4 Januari, sekitar 370.000 pesan dengan istilah 'gempa buatan' diposting di media sosial, terutama X (sebelumnya Twitter). Postingan paling tinggi, sekitar 30.000, muncul antara jam 5 sore hingga 17:59 pada 1 Januari.

Salah satu postingan menautkan gempa bumi buatan dengan perjanjian internasional yang melarang penggunaan gempa dan tsunami buatan oleh militer. Postingan ini dilihat sekitar 2,59 juta kali, menghasilkan lebih dari 1,4 miliar kunjungan ke situs web terkait.

Baca Juga: Analisis BMKG: Gelombang Tsunami Imbas Gempa Jepang Tak Sampai ke Indonesia

Analisis juga menunjukkan bahwa frasa seperti 'suara ledakan tiga kali' dan 'gardu trafo' sering muncul dalam postingan mengenai 'gempa buatan'. Misinformasi semakin meluas, dengan beberapa pengguna mencoba menyebarkan teori konspirasi dan mencampurnya dengan peristiwa tragis lainnya.

Studi ini mengidentifikasi sekitar 150.000 postingan 'gempa buatan', mayoritas berasal dari Jepang, namun ada sekitar 2.000 dari Amerika Serikat dan 750 dari Pakistan. Konspirasi (teori) adalah frasa yang paling sering digunakan bersamaan dengan 'gempa buatan', dengan sekitar 116.000 kejadian.

Shinichi Yamaguchi, seorang profesor di Pusat Komunikasi Global Universitas Internasional Jepang, menyoroti peran 'ekonomi perhatian' di media sosial dalam menyebarkan informasi palsu.

Yamaguchi juga memuji fitur 'Catatan Komunitas' di X yang memungkinkan pengguna untuk menunjukkan postingan yang menyesatkan dan menambahkan informasi yang sah. Ia menyarankan pengguna untuk membaca dengan hati-hati dan menggunakan 'Catatan Komunitas' untuk menghindari menyebarkan misinformasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.