Studi Ungkap ChatGPT Miliki Bias Gender Terhadap Profesi

AKURAT.CO - Sebuah studi menemukan bahwa ChatGPT menunjukkan bias gender dalam pandangan terhadap profesi.
Dikutip Akurat.co dari Asahi.com, Senin (13/11/2023), penelitian ini melibatkan 3.000 pertanyaan tentang 30 profesi. Chatbot ini menghasilkan respons stereotip gender dengan 41,5 persen jawaban bersifat bias.
Hasil penelitian menyoroti risiko teknologi AI memperkuat stereotip seksis dalam masyarakat. Studi dilakukan di Jepang pada bulan September dengan dukungan dari Profesor Naoaki Okazaki.
Open AI, pencipta ChatGPT, berkomitmen untuk menghilangkan bias dari AI mereka. Meskipun demikian, ChatGPT 4 menunjukkan penurunan bias gender menjadi 22,9 persen.
Metode penelitian mencakup 10 profesi yang didominasi laki-laki, perempuan dan netral gender. ChatGPT cenderung mempertimbangkan perawat, guru dan profesional perawatan anak sebagai pekerjaan bagi perempuan.
Studi ini menyoroti perlunya kesadaran pengguna bahwa AI tidak bebas bias. Meskipun langkah-langkah diambil untuk mengurangi bias gender, tantangan masih ada dalam mencapai tujuan ini secara penuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








