Akurat Logo

Banyak Tantangan Percepatan 5G, Pemerintah Diminta Tetapkan Peraturan Keamanan Data

Leo Farhan | 9 November 2023, 22:40 WIB
Banyak Tantangan Percepatan 5G, Pemerintah Diminta Tetapkan Peraturan Keamanan Data

AKURAT.CO - Teknologi 5G dapat menjadi solusi untuk mempercepat ekspansi internet di Indonesia karena memiliki kecepatan dan koneksi yang luar biasa.

Seiring dengan terus berkembangnya lanskap digital, penerapan teknologi 5G dan AI memiliki potensi besar untuk mentransformasi industri dan mengubah cara manusia terhubung, berkomunikasi, dan berkolaborasi. 

Hal itu diketahui dalam hasil survei Asosiasi IOT Indonesia (ASIOTI) bekerja sama dengan Bisnis Indonesia Intelligence Unit (BIIU) yang melibatkan 20 CEO & CTO dari 11 industri vertikal. 

Kepala Riset BIIU, Dias Rima Sutiono mengatakan untuk sepenuhnya memanfaatkan peluang 5G dan AI, pihaknya menghadirkan beberapa rekomendasi. 

Hal ini termasuk mempercepat alokasi frekuensi, menyediakan private network untuk daerah terpencil, menetapkan peraturan keamanan data, dan mendorong transparansi data.

Baca Juga: Huawei Dorong Komersialisasi 5G Di Empat Area Industri

“Pada dasarnya, survei kami menunjukkan kesiapan industri Indonesia untuk mulai menerapkan teknologi 5G dan AI. Namun, masih ada berbagai tantangan yang perlu diatasi, seperti biaya, kompatibilitas teknologi, dan kesenjangan keterampilan," ujarnya dalam peluncuran hasil survei di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (9/11/2023). 

Dias menegaskan Pemerintah dan stakeholder industri perlu berkolaborasi untuk memastikan bahwa teknologi 5G ini dapat mencakup area yang luas, menetapkan peraturan yang mendukung, dan mendorong penggunaan teknologi ini di berbagai sektor.

Berdasarkan survei tersebut, ASIOTI mengungkapkan masih ada berbagai tantangan dalam penerapan teknologi 5G dan AI di Indonesia, di antaranya:

• Pembangunan Infrastruktur

Para CEO dan CTO mengatakan bahwa diperlukan biaya yang besar untuk melakukan upgrade teknologi dan mengembangkan infrastruktur yang kuat dan andal untuk mendukung penerapan teknologi 5G dan AI. 

Mereka juga menekankan pentingnya cakupan yang luas dan kapasitas jaringan yang memadai di berbagai wilayah di negara ini.

• Kesenjangan Keterampilan dan Bakat

Survei ini mengungkapkan masih ada kesenjangan keterampilan dalam angkatan kerja yang mampu memanfaatkan dan mengelola teknologi 5G dan AI secara efektif. Para CEO dan CTO juga menyatakan perlunya program pelatihan khusus dan pendidikan untuk menjembatani kesenjangan ini.

• Kerangka Peraturan

Masih ada kekhawatiran terkait kerangka regulasi seputar teknologi 5G dan AI. Para CEO dan CTO menekankan bahwa penerapan teknologi 5G dan AI memerlukan regulasi dan kebijakan yang jelas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.