Banyak Tantangan Percepatan 5G, Pemerintah Diminta Tetapkan Peraturan Keamanan Data

AKURAT.CO - Teknologi 5G dapat menjadi solusi untuk mempercepat ekspansi internet di Indonesia karena memiliki kecepatan dan koneksi yang luar biasa.
Seiring dengan terus berkembangnya lanskap digital, penerapan teknologi 5G dan AI memiliki potensi besar untuk mentransformasi industri dan mengubah cara manusia terhubung, berkomunikasi, dan berkolaborasi.
Hal itu diketahui dalam hasil survei Asosiasi IOT Indonesia (ASIOTI) bekerja sama dengan Bisnis Indonesia Intelligence Unit (BIIU) yang melibatkan 20 CEO & CTO dari 11 industri vertikal.
Kepala Riset BIIU, Dias Rima Sutiono mengatakan untuk sepenuhnya memanfaatkan peluang 5G dan AI, pihaknya menghadirkan beberapa rekomendasi.
Hal ini termasuk mempercepat alokasi frekuensi, menyediakan private network untuk daerah terpencil, menetapkan peraturan keamanan data, dan mendorong transparansi data.
Baca Juga: Huawei Dorong Komersialisasi 5G Di Empat Area Industri
“Pada dasarnya, survei kami menunjukkan kesiapan industri Indonesia untuk mulai menerapkan teknologi 5G dan AI. Namun, masih ada berbagai tantangan yang perlu diatasi, seperti biaya, kompatibilitas teknologi, dan kesenjangan keterampilan," ujarnya dalam peluncuran hasil survei di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (9/11/2023).
Dias menegaskan Pemerintah dan stakeholder industri perlu berkolaborasi untuk memastikan bahwa teknologi 5G ini dapat mencakup area yang luas, menetapkan peraturan yang mendukung, dan mendorong penggunaan teknologi ini di berbagai sektor.
Berdasarkan survei tersebut, ASIOTI mengungkapkan masih ada berbagai tantangan dalam penerapan teknologi 5G dan AI di Indonesia, di antaranya:
• Pembangunan Infrastruktur
Para CEO dan CTO mengatakan bahwa diperlukan biaya yang besar untuk melakukan upgrade teknologi dan mengembangkan infrastruktur yang kuat dan andal untuk mendukung penerapan teknologi 5G dan AI.
Mereka juga menekankan pentingnya cakupan yang luas dan kapasitas jaringan yang memadai di berbagai wilayah di negara ini.
• Kesenjangan Keterampilan dan Bakat
Survei ini mengungkapkan masih ada kesenjangan keterampilan dalam angkatan kerja yang mampu memanfaatkan dan mengelola teknologi 5G dan AI secara efektif. Para CEO dan CTO juga menyatakan perlunya program pelatihan khusus dan pendidikan untuk menjembatani kesenjangan ini.
• Kerangka Peraturan
Masih ada kekhawatiran terkait kerangka regulasi seputar teknologi 5G dan AI. Para CEO dan CTO menekankan bahwa penerapan teknologi 5G dan AI memerlukan regulasi dan kebijakan yang jelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 8Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








