Akurat Logo

Cerdas Dan Bijak Berpikir Kritis Sebelum Sebarkan Informasi Di Media Sosial

Erizky Bagus Zuhair | 9 Juli 2023, 10:53 WIB
Cerdas Dan Bijak Berpikir Kritis Sebelum Sebarkan Informasi Di Media Sosial

AKURAT.CO, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan webinar Literasi Digital #MakinCakapDigital 2023 untuk segmen komunitas di wilayah Kalimantan dengan tema "Jadilah Generasi Cerdas dan Bijak di Media Sosial" dalam rangka kampanye Gerakan Nasional Literasi Digital di Indonesia pada Jumat (7/7/2023). 

Hadir pula sejumlah pembicara program kegiatan Literasi Digital #MakinCakapDigital 2023 yang ahli di bidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Dosen dan Praktisi, E. Rizky Wulandari; Koordinator NXG Indonesia Chapter Makassar, Muhammad Sahid; serta Dosen Universitas Negeri Manado, Quido Conferti Kainde.

Survei We Are Social dan HootSuite pada awal 2023 mengungkapkan pengguna internet di Indonesia kini mencapai 212,9 juta atau 77 persen dari total penduduk. 

Tentu keberadaan internet yang memudahkan segala aktivitas manusia harus memberi manfaat bagi penggunanya, agar maksimal maka pengetahuan dan keterampilan harus terus diasah. 

Apalagi  menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia terbilang masih sedang, dengan sub indeks keahlian memiliki skor paling rendah berdasarkan data yang dirilis 2019. 

“Kita bisa memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, mendapatkan informasi dan mengatasi berbagai tugas serta tantangan sehari-hari,” ujar Dosen dan Praktisi E. Rizky Wulandari saat menjadi narasumber kegiatan literasi digital #makincakapdigital 2023 untuk segmen komunitas di Kalimantan, Jumat (7/7/2023). 

Selain itu, pengguna perlu memiliki kesadaran dan etika dalam menggunakan teknologi. 

Cerdas dan bijak memanfaatkan digitalisasi adalah kuncinya, yang dapat dilakukan dengan berbagai aspek seperti memahami pentingnya privasi dan keamanan digital untuk melindungi diri dari ancaman kejahatan online. 

Sebab dampak sosialnya terasa juga dalam sehari-hari saat menggunakan media sosial yang bisa memengaruhi kesehatan mental.

Penggunaan gadget yang berlebihan hingga membuat kecanduan, sehingga perlu ada langkah untuk menjaga keseimbangan. 

Narasumber lainnya, Koordinator NXG Indonesia Chapter Makassar, Muhammad Sahid mengatakan etika dalam komunikasi digital perlu dipahami, sebab tulisan maupun unggahan yang terdapat di media sosial merupakan cerminan diri pemilik akun.

“Perhatikan bahwa yang diajak berkomunikasi adalah manusia, meski dalam platform digital,” sambungnya. 

Biasakan untuk menggunakan bahasa yang santun dalam menuliskan komentar, hargai juga privasi orang lain dan sebaiknya tidak memancing perselisihan dengan pengguna lainnya. 

Terutama hindari tema berbau SARA, pornografi, dan aksi kekerasan, jangan lupa hargai karya orang lain dengan mencantumkan sumber saat mengutip karya, dan sebaiknya jangan terlalu mengumbar informasi pribadi.

“Saring dulu sebelum sharing informasi, verifikasi sumber, periksa kebenaran faktanya, tinjau konteks, hingga pikirkan sebelum dibagikan ke orang lain,” jelas Dosen Universitas Negeri Manado, Quido Conferti Kainde.

Menurutnya, di dunia digital tidak ada keamanan yang seratus persen. Tapi setiap pengguna bisa meminimalisir risikonya sedapat mungkin. 

Sebagai informasi, webinar Makin Cakap Digital merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. 

Adapun informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dapat diakses melalui website literasidigital.id, atau akun Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Literasi Digital Kominfo dan YouTube Literasi Digital Kominfo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.