Es di Arktik dan Greenland Mencair, Permukaan Air Laut Dunia Naik

AKURAT.CO Kutub Utara mengalami peningkatan suhu panas sejak 1990. Sebuah fenomena yang oleh para ahli iklim disebut amplifikasi Arktik, dan enam tahun terakhir telah menjadi wilayah terpanas di kawasan itu. Suhu rata-rata dalam 12 bulan hingga September adalah 1,9 derajat Celcius. Lebih tinggi dari rata-rata tahun 1981-2010, menurut laporan Arktik dari Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA).
"2007 adalah tahun yang menentukan. Beberapa tahun ada peningkatan, beberapa tahun ada penurunan, tapi kami belum pernah kembali ke level yang kami lihat sebelum 2007," jelas Don Perovich, Profesor Teknik Dartmouth mengutip GulfNews.
Di Laut Bering, antara Rusia dan Alaska, dua musim dingin terakhir telah melihat cakupan es laut maksimum kurang dari setengah rata-rata jangka panjang. Esnya juga lebih tipis. Artinya, pesawat terbang tidak bisa lagi mendarat dengan persediaan bagi penduduk Diomede, sebuah pulau kecil di Selat Bering.
“Di Laut Bering utara, es laut digunakan bersama kami selama delapan bulan setahun. Hari ini, kita hanya dapat melihat tiga atau empat bulan dengan es,” ungakp salah satu penduduk.
Bukan hanya es laut yang surut, menurut laporan itu, es di Greenland juga mencair. Seluruh dunia, lelehan ini diukur dengan naiknya permukaan laut. Setiap tahun, es yang mencair dari Greenland meningkatkan permukaan laut global sebesar 0,7 milimeter.
Salju memantulkan sinar matahari kembali ke angkasa. Tetapi ketika meleleh, salju akan membuka lebih banyak area untuk panas matahari yang akan diserap dan melelehkan lapisan es. Greenland memiliki lapisan es terbesar kedua di dunia setelah Antartika dan termasuk yang mencair lebih lambat dari yang lain. Namun, para ilmuwan mencatat bahwa Greenland juga tengah berjuang keras.
Greenland telah kehilangan 3,8 triliun ton es sejak 1992, cukup dengan sendirinya untuk menambahkan 10,6 milimeter ke permukaan laut, menurut sebuah studi di jurnal Nature.
Jika semua es Greenland meleleh atau dialihkan ke lautan sebagai gunung es, lautan dunia akan naik 7,4 meter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan



