Nvidia dan AMD Kembali Izinkan Jual Chip AI ke China setelah AS Longgarkan Aturan

AKURAT.CO Nvidia dan AMD kembali diizinkan menjual chip kecerdasan buatan (AI) ke China usai mendapat persetujuan dari pemerintah Amerika Serikat. Ini menjadi perubahan signifikan dari kebijakan pembatasan era Trump.
Nvidia mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan izin ekspor untuk chip AI H20 dari otoritas AS. Chip ini sebelumnya dirancang khusus untuk memenuhi aturan ekspor ketat ke China yang diterapkan sejak tahun 2022.
AMD juga mendapat persetujuan serupa dan berencana melanjutkan pengiriman chip MI308 ke pasar China. Setelah kabar ini diumumkan, saham AMD naik hingga 8,5 persen dan Nvidia naik 5 persen di bursa New York.
CEO Nvidia, Jensen Huang, yang berada di Beijing, mengonfirmasi izin pengiriman chip lewat media pemerintah China. Namun, Departemen Perdagangan AS belum memberi pernyataan resmi terkait lisensi ekspor H20.
Upaya pelonggaran ekspor chip ini muncul setelah adanya perbaikan hubungan dagang antara Washington dan Beijing. Kedua negara tampak sepakat untuk saling membuka akses teknologi penting seperti chip dan mineral langka.
Menteri Keuangan AS mengakui isu chip AI dibahas dalam perundingan dagang di Jenewa dan London. Ini membantah klaim sebelumnya bahwa tak ada kesepakatan barter soal semikonduktor dan tanah jarang.
Kembalinya chip H20 ke pasar China menjadi kemenangan besar bagi Nvidia dan membuka peluang kerja sama dengan raksasa teknologi seperti Alibaba dan DeepSeek. Pengumuman ini juga mendorong kenaikan saham-saham teknologi di China.
Langkah ini penting karena Nvidia sebelumnya kehilangan banyak pendapatan dari China akibat larangan ekspor chip. Kini, peluang pemulihan pendapatan pusat data senilai miliaran dolar mulai terbuka kembali.
Dikutip dari Bloomberg, Rabu (16/7/2025), pemerintah China menyambut baik langkah ini dan menentang politisasi perdagangan. Beijing menilai pembatasan ekspor hanya akan mengganggu rantai pasok global dan merugikan semua pihak.
Dengan nilai pasar sempat menyentuh $4 triliun (sekitar Rp65 triliun), Nvidia memainkan peran besar dalam revolusi AI global. Saat ini, Huang menjajaki diskusi dengan pejabat China untuk memperkuat posisi Nvidia di Asia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







