Fasilitas Nuklir Utama Iran Jadi Sasaran Israel, di Mana Saja Lokasinya?

AKURAT.CO Israel pada Jumat (13/6/2025), melancarkan serangan besar-besaran terhadap sejumlah fasilitas nuklir dan militer Iran, termasuk di ibu kota Teheran serta lokasi-lokasi utama program nuklir negara itu.
Reuters melansir langkah ini sebagai awal dari operasi berkepanjangan untuk mencegah Teheran membangun senjata atom. Program nuklir Iran disebut tersebar di banyak lokasi dengan sebagian dari lokasi tersebut dibangun di bawah tanah.
Amerika Serikat dan badan pengawas nuklir PBB percaya bahwa Iran pernah memiliki program senjata nuklir yang terkoordinasi dan rahasia, namun dihentikan pada tahun 2003. Republik Islam Iran membantah pernah memiliki atau merencanakan program semacam itu. Iran setuju untuk membatasi aktivitas nuklirnya sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi internasional dalam kesepakatan tahun 2015 dengan kekuatan dunia.
Namun, perjanjian tersebut runtuh setelah Trump yang saat itu menjabat sebagai presiden menarik Amerika Serikat keluar pada tahun 2018, dan Iran mulai meninggalkan pembatasan tersebut pada tahun berikutnya. Lalu, dimana saja lokasi situs nuklir yang dimiliki Iran?
Situs Nuklir Utama yang Jadi Target:
-
Natanz
Terletak sekitar 300 km selatan Teheran di Provinsi Isfahan, Natanz adalah fasilitas utama pengayaan uranium Iran. Di sini, sentrifugal digunakan untuk memperkaya uranium yang bisa dipakai untuk tujuan sipil maupun militer. Fasilitas ini berada di bawah tanah untuk melindungi dari serangan udara dan telah menjadi sasaran beberapa sabotase, termasuk serangan siber dan gangguan listrik. Pada April 2024, sistem pertahanan udara Natanz diperkuat. Pada 13 Juni 2025, IAEA mengonfirmasi Natanz termasuk target serangan Israel. -
Fordo
Fasilitas pengayaan bawah tanah lain yang terletak di pegunungan dekat Natanz. Fordo juga menjadi lokasi penting dalam program nuklir Iran dan dilengkapi terowongan bawah tanah untuk menghindari serangan. -
Isfahan
Pusat Teknologi Nuklir di kota Isfahan yang mengolah uranium menjadi bahan aktif pengayaan. Di sini uranium diolah menjadi uranium heksafluorida (UF6) yang digunakan dalam proses pengayaan. -
Bushehr
Pembangkit listrik tenaga nuklir sipil pertama Iran yang terletak di Teluk Persia bagian selatan. Fungsinya untuk menghasilkan listrik, bukan untuk tujuan militer. -
Teheran
Reaktor Riset Teheran digunakan untuk produksi radioisotop medis yang penting untuk pengobatan kanker dan diagnostik nuklir. Reaktor ini juga memiliki peran dalam kesepakatan nuklir 2015. -
Parchin
Fasilitas militer sekitar 30 km tenggara Teheran yang diduga menjadi tempat uji coba senjata dan rudal konvensional, serta aktivitas terkait pengembangan senjata nuklir.
Serangan Israel melibatkan lebih dari 200 pesawat tempur yang menargetkan lebih dari 100 lokasi nuklir dan militer di Iran. Komandan Garda Revolusi Iran dan beberapa ilmuwan nuklir dilaporkan tewas akibat serangan ini.
Iran dan Israel menutup ruang udara masing-masing dan Israel menetapkan keadaan darurat nasional. Harga minyak dunia sempat melonjak tajam akibat ketegangan ini.
Dewan Gubernur IAEA mengecam Iran karena pelanggaran kewajiban nonproliferasi, sementara Iran mengumumkan rencana membuka fasilitas pengayaan baru dan meningkatkan kapasitas sentrifugalnya.
Israel menganggap serangan ini perlu untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran bersikeras program nuklirnya hanya untuk tujuan damai. AS dan Iran tengah menjajaki pembicaraan nuklir yang berpotensi membuka peluang pelonggaran sanksi ekonomi, namun ketegangan meningkat setelah serangan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







