Meta Sebut Spyware Israel Targetkan Pengguna WhatsApp

AKURAT.CO Meta mengungkapkan bahwa perusahaan spyware Israel, Paragon Solutions, telah menargetkan sejumlah pengguna WhatsApp, termasuk jurnalis dan masyarakat sipil.
Seorang pejabat WhatsApp mengatakan bahwa perusahaan telah mengirim surat penghentian kepada Paragon setelah mendeteksi upaya peretasan terhadap sekitar 90 pengguna.
Meskipun tidak merinci lokasi atau identitas target, WhatsApp memastikan telah menggagalkan serangan tersebut dan merujuk korban ke kelompok pengawas internet, Citizen Lab.
WhatsApp juga menyatakan komitmennya untuk melindungi privasi pengguna. Namun, belum ada kejelasan mengenai langkah lebih lanjut untuk meminta pertanggungjawaban Paragon.
Baca Juga: Tak Gentar Ditantang DeepSeek, Microsoft dan Meta Masih Gencar Investasi di AI
Menurut peneliti Citizen Lab, John Scott-Railton, kasus ini menunjukkan bahwa spyware komersial terus berkembang dan sering disalahgunakan.
"Spyware tentara bayaran terus berkembang biak dan seperti yang terjadi, sehingga kami terus melihat pola penggunaan yang sudah dikenal yang bermasalah," ujarnya, dikutip dari TRTWorld, Selasa (4/2/2025).
Paragon, yang diklaim hanya bekerja sama dengan pemerintah demokratis, baru-baru ini diakuisisi oleh AE Industrial Partners yang berbasis di AS.
Namun, Natalia Krapiva dari Access Now menilai klaim tersebut bertentangan dengan fakta terbaru.
"Ini bukan hanya pertanyaan tentang beberapa apel busuk, jenis penyalahgunaan ini (adalah) fitur dari industri spyware komersial," kata Natalia.
Hingga kini, Paragon dan AE Industrial Partners belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








