Akurat Logo

Trump Pertimbangkan TikTok Tetap Beroperasi Sementara di AS

Petrus C. Vianney | 27 Desember 2024, 17:30 WIB
Trump Pertimbangkan TikTok Tetap Beroperasi Sementara di AS

AKURAT.CO Presiden terpilih Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan untuk mempertahankan TikTok tetap beroperasi di Amerika Serikat (AS), setidaknya untuk sementara waktu.

Dalam pidatonya di Phoenix, Arizona, Minggu (22/12/2024), Trump menyebut platform media sosial itu memberikan dampak besar selama kampanye kepresidenannya dengan miliaran penayangan.

Komentar ini menjadi sinyal kuat bahwa Trump mungkin menentang larangan penuh TikTok di pasar AS.

Sebelumnya, Senat AS telah menyetujui undang-undang yang mengharuskan ByteDance, perusahaan induk TikTok asal Tiongkok, untuk melepas aplikasi tersebut karena alasan keamanan nasional.

Jika tidak ada divestasi, TikTok dapat dilarang efektif pada 19 Januari, sehari sebelum Trump resmi menjabat.

Dalam acara AmericaFest, Trump menyampaikan bahwa TikTok telah memberikan respons luar biasa selama kampanyenya.

"Saya pikir kita harus mulai berpikir karena, Anda tahu, kami pergi ke TikTok, dan kami mendapat tanggapan yang bagus dengan miliaran tampilan, miliaran dan miliaran tampilan," ujarnya, dikutip dari Reuters.com, Jumat (27/12/2024).

Namun, keputusan akhir terkait TikTok masih belum jelas.

Mahkamah Agung AS telah setuju untuk mendengarkan kasus ini, sementara Departemen Kehakiman tetap berpendapat bahwa kendali Tiongkok atas TikTok berpotensi membahayakan keamanan nasional.

TikTok membantah tuduhan tersebut dengan menjelaskan bahwa data pengguna Amerika disimpan di server Oracle di AS, dan keputusan moderasi konten untuk pengguna AS dibuat secara independen di dalam negeri.

Bagaimana Trump akan menghadapi tekanan politik dan hukum terkait TikTok menjadi salah satu perhatian menjelang masa jabatannya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.