AI Kini Bisa Mengenali Warna dan Rasa, Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya memahami data teks dan visual, tetapi juga mulai mengenali hubungan antara warna, bentuk dan rasa.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa AI generatif, seperti ChatGPT, mampu mencerminkan pola asosiasi indera manusia, membuka peluang baru dalam eksplorasi persepsi sensorik.
Penelitian tentang hubungan warna, bentuk dan rasa sudah ada sejak lama. Misalnya, warna merah atau merah muda sering diasosiasikan dengan rasa manis, sementara hijau diasosiasikan dengan rasa asam.
Bentuk juga memiliki peran, seperti bentuk bulat yang sering diasosiasikan dengan rasa manis, sedangkan bentuk tajam cenderung dianggap pahit atau asam.
Carlos Velasco, seorang peneliti dari BI Norwegian Business School, menjelaskan bahwa otak manusia secara alami menggabungkan berbagai pengalaman sensorik ini.
Fenomena ini dikenal sebagai korespondensi lintas modal, di mana satu jenis rangsangan sensorik dapat memengaruhi persepsi lainnya.
Dikutip dari Bbc.com, Rabu (25/12/2024), peneliti mencoba menguji apakah AI juga dapat mengenali pola sensorik ini.
Dengan meminta chatbot AI seperti ChatGPT untuk menilai hubungan antara warna, bentuk dan rasa, hasilnya menunjukkan bahwa AI mampu mencerminkan pola-pola yang biasa ditemukan pada manusia.
ChatGPT-4, misalnya, dianggap lebih akurat dalam mencerminkan asosiasi manusia dibandingkan versi sebelumnya.
Menurut Velasco, kemampuan AI ini bisa dimanfaatkan untuk merancang produk atau kemasan yang lebih sesuai dengan persepsi konsumen, misalnya memilih warna atau bentuk kemasan yang mampu memengaruhi pengalaman rasa makanan atau minuman tertentu.
Meskipun hasilnya menjanjikan, penggunaan AI dalam penelitian sensorik memiliki tantangan.
AI cenderung mengandalkan data yang sudah ada dan terkadang menghasilkan tanggapan yang kurang tepat atau terlalu sederhana.
Oleh karena itu, hasil dari AI perlu dikombinasikan dengan kreativitas manusia untuk mencapai solusi yang lebih inovatif.
Di masa depan, peneliti berharap AI dapat menghasilkan hipotesis baru tentang hubungan sensorik yang belum terdeteksi sebelumnya.
Pendekatan ini berpotensi mengubah cara kita memahami interaksi antara warna, bentuk dan rasa, sekaligus membuka peluang baru dalam pemasaran dan desain produk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 8Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 9Komisaris Sucofindo: Gus Alex Titip Satu Juta Dolar untuk Pansus Haji, Sosok Komsin Disebut Brimob Jujur
- 10Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun






