Microsoft Gencar Bangun AI, Tapi Dikritik karena Bikin Polusi

AKURAT.CO Microsoft, perusahaan raksasa teknologi, sedang dalam sorotan karena peningkatan besar-besaran dalam polusi iklimnya.
Meskipun berjanji untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, kenyataannya, polusi mereka naik sebesar 30 persen. Ini disebabkan oleh fokus perusahaan yang semakin intens pada pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Peningkatan dalam penggunaan AI oleh Microsoft telah mengakibatkan lonjakan dalam konsumsi energi, menyebabkan dampak negatif pada iklim. Ini menunjukkan tantangan bagi perusahaan besar dalam memenuhi komitmen lingkungan sambil memperluas dominasi mereka dalam AI.
Pada tahun 2020, Microsoft berjanji untuk menjadi negatif karbon pada akhir dekade ini. Namun, dengan lonjakan penggunaan AI, mencapai tujuan ini semakin sulit.
"Jadi dalam banyak hal jarak bulan lima kali lebih jauh dibandingkan pada tahun 2020, jika Anda memikirkan perkiraan kami sendiri mengenai perluasan AI dan kebutuhan listriknya," ujar Brad Smith selaku Presiden Microsoft, dikutip dari Bloomberg.com, Kamis (16/5/2024).
Perusahaan telah menginvestasikan miliaran dolar dalam pengembangan AI, termasuk fitur-fitur baru dalam produk mereka seperti Copilot untuk Microsoft 365.
Smith mengakui bahwa fokus pada AI telah menggeser perhatian dari upaya lingkungan. Data menunjukkan bahwa polusi karbon Microsoft setara dengan negara-negara kecil seperti Haiti atau Brunei.
Selain itu, pusat data yang digunakan untuk melatih AI sangat boros energi, melebihi konsumsi energi pusat data tradisional. Meskipun demikian, Microsoft berencana untuk membangun lebih banyak pusat data karena permintaan AI yang terus meningkat.
Dengan tantangan ini, Microsoft harus menemukan keseimbangan antara ambisi teknologi mereka dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









