Pemerintah New York Gugat TikTok Hingga Instagram karena Sebabkan Krisis Kesehatan Mental Remaja

AKURAT.CO - Kota New York bersama sekolah-sekolah dan sistem rumah sakit umum telah mengambil langkah tegas dengan mengajukan gugatan terhadap raksasa teknologi seperti Facebook, Instagram, TikTok, Snapchat dan YouTube.
Mereka menyalahkan platform media sosial tersebut atas krisis kesehatan mental remaja yang semakin merajalela, mengganggu belajar dan menguras sumber daya. Gugatan ini menyoroti bahwa anak-anak dan remaja sangat rentan terhadap bahaya tersebut karena otak mereka belum sepenuhnya berkembang.
Dikutip dari Apnews.com, Jumat (16/02/2024), menurut pengaduan yang diajukan di Pengadilan Tinggi di California, anak-anak dan remaja semakin kecanduan menggunakan platform media sosial, sehingga menyebabkan gangguan dalam belajar dan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Lirik Lagu Bercinta Lewat Kata Dinyanyikan Oleh Donne Maula, Viral di TikTok Jadi Konten Bucin 2024
Distrik sekolah terbesar di negara ini, dengan sekitar 1 juta siswa, terpaksa mengatasi dampak negatif ini dengan memberikan konseling dan mengembangkan kurikulum kesehatan mental yang mencakup pemahaman tentang dampak media sosial, serta cara menggunakan internet secara aman.
Tindakan hukum ini adalah bagian dari serangkaian gugatan yang bertujuan untuk menegaskan bahwa perusahaan media sosial telah merancang fitur-fitur yang secara sengaja membuat anak-anak dan remaja terus-menerus terhubung dan tidak bisa berhenti menggunakan platform tersebut.
Gugatan ini juga bertujuan untuk menetapkan perilaku perusahaan-perusahaan tersebut sebagai gangguan publik, serta menuntut kerugian moneter yang tidak ditentukan.
Namun, perusahaan teknologi membantah tuduhan tersebut. Mereka menyatakan telah mengembangkan kebijakan dan kontrol yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pengguna, dengan melibatkan kolaborasi dengan pakar remaja, kesehatan mental dan parenting.
TikTok dan Snapchat juga menegaskan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah untuk mendukung kesejahteraan remaja dengan fitur-fitur pembatasan usia dan kontrol orang tua. Meskipun demikian, kritik terhadap dampak media sosial terus berkembang.
Hampir semua remaja di AS menggunakan media sosial, dengan sebagian besar di antaranya menghabiskan banyak waktu di platform seperti YouTube dan TikTok. Ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatifnya terhadap kesehatan mental remaja, sehingga mendorong tindakan hukum semacam ini sebagai upaya untuk melindungi generasi muda dari dampak buruk media sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








