Akurat Logo

Komisi Komunikasi AS Umumkan Panggilan Robot dengan Suara AI sebagai Tindakan Ilegal

Petrus C. Vianney | 13 Februari 2024, 20:58 WIB
Komisi Komunikasi AS Umumkan Panggilan Robot dengan Suara AI sebagai Tindakan Ilegal

AKURAT.CO - Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS mengumumkan larangan penggunaan panggilan robot dengan suara AI. Langkah ini diambil untuk melawan penipuan dan manipulasi yang dilakukan oleh pelaku jahat.

Ketua FCC, Jessica Rosenworcel, menyatakan bahwa panggilan robot dengan suara AI sering digunakan untuk memeras keluarga rentan, meniru selebriti dan memberikan informasi palsu kepada pemilih. FCC bertekad untuk mengambil tindakan tegas terhadap praktik-praktik ini.

Tindakan ini dipicu oleh insiden di New Hampshire di mana pemilih menerima panggilan robot yang meniru Presiden AS Joe Biden, menghasut mereka untuk tidak memberikan suara di pemilihan pendahuluan. FCC menegaskan bahwa penggunaan suara AI dalam panggilan semacam itu sekarang dinyatakan ilegal.

Baca Juga: OnePlus Ace 3, Ponsel Canggih dengan Penyimpanan Hingga 1TB!

Dikutip dari Bbc.com, Selasa (13/02/2024), Jaksa Agung New Hampshire telah memulai penyelidikan terhadap dua perusahaan di Texas yang terkait dengan panggilan tersebut. FCC juga menekankan bahwa penggunaan suara AI dalam panggilan robot dapat membingungkan konsumen dan menyebarkan informasi yang salah.

Langkah ini diambil setelah 26 jaksa agung negara bagian mengirim surat kepada FCC meminta pembatasan penggunaan AI dalam pemasaran panggilan telepon. Mereka berharap untuk mencegah teknologi ini digunakan untuk memangsa atau menipu konsumen.

Peringatan juga diberikan terhadap ancaman deepfakes, yang menggunakan AI untuk memanipulasi video atau audio orang. Pusat Keamanan Siber Nasional di Inggris telah mengingatkan tentang ancaman ini menjelang pemilihan di beberapa negara, termasuk AS, Inggris dan India.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.