Penyebab Whatsapp Terblokir Otomatis, Jangan Langsung Panik

AKURAT.CO WhatsApp adalah salah satu platform perpesanan instan paling populer di dunia dengan banyak fitur yang memudahkan penggunanya berkomunikasi.
Namun, tak sedikit pengguna sering mengalami akun WhatsApp terblokir otomatis oleh sistem.
Hal ini yang menjadi pertanyaan banyak orang, sebenarnya apa penyebab WhatsApp terblokir otomatis. Jadi, pengguna WhatsApp harus mematuhi peraturan yang tercantum dalam "Ketentuan Layanan WhatsApp" agar terhindar dari masalah tersebut.
Akun WhatsApp dapat diblokir dalam jangka waktu tertentu jika pengguna melakukan pelanggaran. Ini dapat terjadi selama satu hari, beberapa hari, atau hitungan minggu, hingga terblokir permanen.
Pemblokiran WhatsApp tersebut dilakukan untuk melindungi platform mereka dari malware dan spam, sehingga WhatsApp telah mengotomatiskan banyak kontrol untuk melarang beberapa akun. Agar lebih jelas lagi, ketahui sejumlah penyebab WhatsApp terblokir secara tiba-tiba oleh sistem.
Dalam kebanyakan kasus, WhatsApp melarang penggunanya ketika mereka melanggar perjanjian dan peraturannya. Namun, terkadang ada alasan lain untuk melakukannya, sehingga kamu harus menghindari beberapa penyebab WhatsApp terblokir agar tidak melanggar aturan.
Mengutip berbagai sumber, Senin (25/9/2023), berikut ini penjelasan lengkap dari penyebab WhatsApp terblokir otomatis oleh sistem yang harus diwaspadai penggunanya.
Penyebab WhatsApp Terblokir Otomatis
1. Terlalu banyak mengirim pesan ke nomor yang tidak menyimpan nomor kamu
Mengirimkan banyak pesan kepada pengguna yang tidak menyimpan nomor kamu, dapat dengan cepat ditandai sebagai spam. Dari tindakan tersebut yang menjadi penyebab WhatsApp terblokir otomatis.
Dengan kata lain, pengguna dapat dengan mudah melaporkan nomor yang kamu miliki sebagai spam, yang berpotensi nomor WhatsApp kamu jadi terblokir.
2. Mengirim file, virus atau malware berbahaya kepada pengguna lain
WhatsApp secara jelas, menyebutkan dalam ketentuannya yaitu melarang pengguna mengirim file yang diidentifikasi sebagai virus atau malware. Akibatnya, nomor WhatsApp akan segera diblokir jika pengguna mengirim file yang diidentifikasi sebagai perangkat lunak yang berpotensi membahayakan aplikasi atau pengguna lainnya.
3. Mengirim konten yang mengandung unsur SARA
Selain itu, WhatsApp tidak memungkinkan pengguna mengirimkan konten yang berbau SARA, yakni suku, agama, ras, dan antar-golongan. Selain itu, stiker dan foto yang dibagikan tidak boleh berisi pornografi atau konten xenophobia yaitu ketakutan ekstrem terhadap perbedaan.
Contoh ketakutan tersebut yaitu seperti orang asing, agama, atau adat istiadat. WhatsApp tetap akan memblokir akun yang menyebarkan konten berbau SARA, pornografi, dan sebagainya, meskipun konten serupa kadang-kadang tampaknya lucu bagi sebagian orang.
4. Mencoba meretas server WhatsApp
Mencoba meretas server WhatsApp dan mengganggu layanan mereka adalah salah satu alasan mengapa nomor WhatsApp terblokir. Dengan kata lain, nomor kamu akan diblokir oleh sistem secara otomatis, sehingga kamu tidak dapat lagi menggunakan layanan WhatsApp.
5. Perilaku yang tidak pantas
WhatsApp telah meningkatkan pengalaman pengguna dan keamanannya. Akibatnya, laporan pelecehan harus dianggap serius. Nomor WhatsApp dapat terblokir otomatis karena adanya laporan perilaku kekerasan, ancaman pembunuhan, hingga komentar etnis atau rasis.
6. Menggunakan aplikasi WhatsApp modifikasi
Banyak pengembang membuat aplikasi modifikasi yang sebenarnya termasuk ilegal, namun penggunanya cukup banya. Seperti WhatsApp Plus, WA parallel, WA cloning, atau WhatsApp GB.
Meski menawarkan fitur tambahan yang lebih menarik, namun aplikasi tersebut sangat berbahaya untuk digunakan. Selain itu, karena aplikasi modifikasi melanggar Ketentuan Layanan, beberapa penggunanya juga akan diblokir.
Itulah penjelasan lengkap mengenai penyebab WhatsApp terblokir otomatis yang harus diwaspadai pengguna agar tetap aman. Patikan menggunakan aplikasi resminya di Google Play Store atau App Store.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








