Geng Ransomware Lock Bit Serang Banyak Perusahaan, Ini Daftarnya

AKURAT.CO Ransomware Lock Bit telah menjadi ancaman serius bagi perusahaan di seluruh dunia. Serangan ini telah menyebabkan kerugian besar, baik dari segi keuangan maupun reputasi perusahaan.
Baru-baru ini Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi perbincangan setelah sejumlah nasabah mengeluhkan kehilangan dana. Diduga sistem keamanan BSI diretas dan diserang oleh geng ransomware Lock Bit 3.0 yang biasanya beroperasi di Eropa Timur.
Ransomware Lock Bit adalah jenis serangan siber yang mengenkripsi data korban dan kemudian meminta tebusan (ransom) dalam bentuk mata uang digital, seperti Bitcoin, untuk mendapatkan kunci dekripsi. Geng ini sudah berhasil menyerang banyak perusahaan dan meminta tebusan.
Daftar Perusahaan Korban Ransomware Lock Bit
1. SpaceX
Pada Maret lalu, Lock Bit tidak secara langsung membobol SpaceX, tapi menyerang vendornya, Maximum Industries. Geng ransomware Lock Bit mengaku telah mencuri dan menyandera 3.000 gambar desain roket SpaceX. Ribuan cetak biru tersebut dicuri dari Maximum Industries, mitra manufaktur komponen roket untuk SpaceX.
Tiga dokumen lain juga dibocorkan, yakni desain mesin vakum, perjanjian antara SpaceX dengan Maximum Industries, dan kit untuk Starship, roket raksasa buat misi Mars. Lock Bit mengancam menjual data yang sudah disertifikasi oleh SpaceX ini jika tuntutannya tidak dipenuhi.
2. Housing Authority of the City of Los Angeles
Housing Authority of the City of Los Angeles, agensi pemerintah untuk penyediaan rumah bagi warga berpenghasilan rendah di Los Angeles, California, AS, mengumumkan kebocoran data menyusul serangan siber yang disponsori oleh Lock Bit.
Hacker berhasil mengakses sistem selama hampir satu tahun dari 15 Januari hingga 31 Desember 2022, dan mengaku telah mencuri data warga berupa nama lengkap, nomor jaminan sosial, tanggal lahir, nomor paspor, nomor kartu kredit, dan informasi asuransi kesehatan klien.
3. Royal Mail
Royal Mail adalah perusahaan layanan pos yang dimiliki dan dioperasikan pemerintah Inggris. Pada Februari 2023, Lock Bit berhasil meretas sistem mereka dan Royal Mail memilih tidak membayar tebusan. Butuh waktu 6 minggu untuk memulihkan dampak kerusakan. Diketahui Lock Bit meminta tebusan hingga 33 juta pounds.
4. Continental
Agustus 2022 lalu raksasa otomotif Jerman, Continental, diserang oleh Lock Bit. Lock Bit mengklaim telah membobol jaringan Continental dan mengancam membocorkannya jika perusahaan tidak membayar tebusan.
5. Ion Group
Perusahan perangkat lunak finansial Ion Group asal Irlandia diserang Lock Bit pada Januari 2023 lalu. Dampak dari serangan ini membuat beberapa klien Ion, berupa bank-bank di Eropa dan AS harus menggunakan metode manual untuk sementara waktu.
Serangan menargetkan divisi Cleared Derivatives Ion, yang menyediakan perangkat lunak untuk mengotomatiskan siklus trading dan proses clearing derivatif. Tidak seperti aset fisik, derivatif adalah produk keuangan yang memperoleh nilai dari hubungan dengan aset dasar lainnya. Jenis derivatif yang umum termasuk mata uang, saham, obligasi, dan komoditas, dilansir TechCrunch.
6. Accenture
Accenture adalah raksasa konsultan IT bermarkas di Irlandia dan AS, dan punya klien besar dari otomotif, bank, pemerintah, teknologi, internet, telco dan banyak lainnya. Ransomware Lock Bit berhasil menerobos sistem perusahaan pada Agustus 2021 lalu. Total 6TB file dicuri, dengan tebusan 50 juta dolar AS, seperti dilansir Bleeping Computer.
7. Bangkok Airways
Perusahaan maskapai penerbangan asal Thailand Bangkok Airways menjadi korban pencurian data oleh Lock Bit. Total 200 GB file disandera, berisikan data perusahaan termasuk data konsumen. Data ini terdiri dari nama lengkap, kewarganegaraan, gender, no HP, email, alamat, info password hingga riwayat perjalanan. Serangan terjadi pada Agustus 2021.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





