Akurat

Tutup Kampanye #LebihBaikLagi, Kemendikbud: Video Pendek Efektif Populerkan Budaya

Test User Satu | 10 Agustus 2022, 20:35 WIB
Tutup Kampanye #LebihBaikLagi, Kemendikbud: Video Pendek Efektif Populerkan Budaya

AKURAT.CO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) hari ini (10/8) menutup penyelenggaraan kampanye program budaya #LebihBaikLagi. 

Kampanye yang mengajak pengguna internet Indonesia untuk berkreasi lewat konten video pendek yang edukatif, positif, dan kaya unsur budaya Indonesia itu digelar pada tanggal 11–31 Juli 2022 lalu.

Kampanye Program Budaya #LebihBaikLagi merupakan hasil kerjasama antara SnackVideo bersama Kemendikbud Ristek, memiliki misi yang fokus kepada penyebaran budaya, perluasan informasi, serta pelestarian nilai-nilai luhur yang terkandung dalam warisan budaya Indonesia untuk generasi yang akan datang.

Penutupan digelar dengan menyelenggarakan acara bincang-bincang live streaming mengenai peran sosial media dalam mempopulerkan kebudayaan Indonesia di Kemendikbud Ristek, Senayan. 

Acara ini dihadiri oleh Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbud Ristek, Radityo Utomo selaku Regional Manager Southeast Asia dan South Asia dari SnackVideo, Rahabi Mandra seorang sutradara muda, dan Gentur Adiutomo, Analis Kerjasama Kebudayaan sebagai moderator.

Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik, dan Media menjabarkan peran media sosial yang efektif dalam mempopulerkan tradisi dan budaya melalui video pendek. 

“Saat ini, peran media sosial menjadi pendukung utama dalam mendukung kelestarian nilai-nilai budaya di berbagai generasi, khususnya generasi muda yang menjadi agen penggerak kebudayaan. Kemendikbud Ristek mendukung penuh program #LebihBaikLagi SnackVideo, untuk memberikan wadah bagi generasi muda dalam menyalurkan kreativitas dan membangkitkan rasa bangga terhadap budaya dan identitas Indonesia,” jelasnya.

Ahmad Mahendra berharap kerjasama antara Kemendikbud Ristek dan SnackVideo dapat mendorong generasi muda untuk menyebarkan pesan-pesan positif dan menjalankan nilai-nilai budaya dalam kegiatan sehari-hari.

Beragam konten video pendek dalam tagar #LebihBaikLagi di SnackVideo dapat ditonton sebagai referensi informasi budaya, kuliner, olahraga, dan bahkan bahasa. Salah satu konten menarik unggahan konten kuliner tradisional Septiya Pramawati yang membuat tutorial memasak sambal tempe aroma daun jeruk dengan pot tungku bara dari tanah liat, sukses mendapat atensi para pengguna SnackVideo. 

Kolaborasi SnackVideo dan Kemendikbud Ristek dalam mempopulerkan budaya dan tradisi Indonesia sudah terjalin sejak tahun lalu, melalui berbagai program kerja sama untuk memperingati Hari Batik dan Sumpah Pemuda. Melalui kerja sama ini, konten positif SnackVideo disebarluaskan melalui akun media sosial dan KOL yang telah dirangkul oleh Kemendikbud Ristek. 

Kampanye #LebihBaikLagi juga mengangkat tema “Revolusi Mental” yang bertujuan mempromosikan nilai-nilai gotong royong, etos kerja, dan integritas melalui konten-konten budaya.

“Kami hadir untuk memberikan ekosistem yang diperlukan dalam era digital ini. Sebagai platform video pendek dan live streaming, kami ingin memberikan konten yang positif, relevan dengan keseharian, dan tentunya menarik. Melalui inisiatif seperti #LebihBaikLagi, para konten kreator didorong untuk membuat konten edukatif yang dapat membantu terbentuknya kesadaran masyarakat akan nilai budaya tradisi Indonesia,” ujar Radityo Utomo selaku Regional Manager Southeast Asia and South Asia dari SnackVideo.

Dalam kampanye #LebihBaikLagi, para konten kreator dan pengguna SnackVideo dapat menemukan berbagai konten dan kreasi dengan berbagai tagar, seperti #LebihBaikBerbudaya, yang membedah berbagai tradisi dan budaya khas dari Sabang hingga Merauke, tagar #LebihBaikOlahraga yang mengajak masyarakat untuk berolahraga yang baik dan efisien, dan juga #LebihBaikKuliner, yang diperuntukkan bagi penggemar konten kuliner masakan khas Indonesia, rasa hingga tips berbisnis makanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.