Akurat

Temu di Webinar, Sharp dan Kampus Sahid Jakarta Bekali Mahasiswa Ilmu Digital Public Relation

| 25 Januari 2021, 01:45 WIB
Temu di Webinar, Sharp dan Kampus Sahid Jakarta Bekali Mahasiswa Ilmu Digital Public Relation

AKURAT.CO, Fakultas Ilmu Komunikasi Sahid Jakarta menggelar Webinar bertajuk "Strategic Opportunities, Innovation, And Critical Chalenges In 2021" pada Sabtu (23/1).

Moderator dipimpin oleh Nahda Sulistiyani dan host dipimpi oleh Tara Gianina Monica. Sedangkan Ketua penyelenggara dipimpin oleh Reza Saputra. Kesemuanya adalah mahasiswa -mahasiswa yang aktif di Sahid Jakarta. 

Acara webinar diikuti mahasiswa, dosen dan pihak lainnya. Dalam webinar juga menghadirkan nara sumber praktisi profesional yakni Dina Triani Harianja (Corporate Communication & CSR) PT. Rekayasa Industri,  Bayu Wardhana (Digital Public Relations & CSR) PT. Sharp Electronic Indonesia, Prayoga Wiradisuria Corprorate Strategy Division Head PT MRT Jakarta.  

Diadakan webinar ini tujuannya untuk membekali pengetahuan mahasiswa tentang gambaran praktek kerja seorang public relations (PR).

Berharap mahasiswa nanti bisa mempersiapkan diri untuk berada dilingkungan kerja.

Bayu Wardhana selaku Digital Public Relations & CSR) PT. Sharp Electronic Indonesia mengatakan untuk menjadi PR profesional di era serba teknologi harus melek dengan perkembangan sosial media.

"Sebagai PR, Observasi itu perlu. Misalnya menganalisa sepertinya di Instagram ternyata bisa jualan ini yah. Pokoknya harus melihat apa-apa yang menjadi peluang. Apalagi pandemi gunakanlah jaringan online," kata Bayu Wardhana. 

Sebagai Digital PR dengan tujuan membranding, lanjut Bayu juga harus  melihat kesempatan bekerjasama dengan perusahaan lain. 

"Pernah trending, contoh saat itu burgerking bisa dipesan dari MC Donald.  Nah itu disitu ada keuntungan, meskipun kompetitor," lanjut Bayu.

Kemudian tugas lain seorang pekerja PR adakalanya harus membuat acara jumpa wartawan. Tujuannya untuk membranding sebuah produk. 

Untuk buat jumpa pers ditengah pandemi, kata Bayu dibuat sederhana, jangan sampai bikin pusing. 

Bagi Bayu, silahkan saja jumpa pers lewat online pun kantornya juga menerapkan hal tersebut. Namun lagi-lagi harus diatur sedemikian rupa dan baik. 

"Manfaatkan internet,  lakukan sebagaimana memungkinkan bisa conference Pers. Sejauh ini (menurut cerita) rekan jurnalis mengaku rasanya sama baik itu off line dan online. Ternyata toh mereka dapat enggel masing-masing dari hasil Q & A kok (tanya jawab)," beber Bayu.

"Juga (untuk PR) Harus peka juga mana yng sedang viral di Tik Tok, YouTube dan sebagainya," tambah Bayu.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.