Diperiksa sebagai Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Datang Bawa Buku dan Pulpen

AKURAT.CO Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus korupsi Program MBG.
Pemeriksaan kali ini disebut berkaitan dengan permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan Sony, serta pendalaman mengenai 26 nama yang diduga terkait korupsi MBG.
Pantauan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/6/2026), Sony tiba sekitar pukul 09.25 WIB dengan menggunakan mobil tahanan.
Saat turun dari kendaraan, Sony tampak membawa sebuah buku dan pulpen di kedua tangannya yang masih dalam kondisi terborgol. Ia tidak memberikan pernyataan kepada awak media yang telah menunggu kedatangannya.
Sony hanya melempar senyum tipis sebelum berjalan menuju ruang pemeriksaan.
Baca Juga: Skandal Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Orang Kepercayaan Sony Sonjaya sebagai Tersangka
Sebelumnya, kuasa hukum Sony, Krisna Murti, lebih dahulu tiba di Gedung Bundar. Ia memastikan agenda hari ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya.
"Lanjutan, pemeriksaan lanjutan," kata Krisna.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, telah membenarkan jadwal pemeriksaan Sony pada hari ini.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk menindaklanjuti permohonan justice collaborator yang diajukan Sony. Sekaligus mengonfirmasi sejumlah nama yang disebut dalam perkara dugaan korupsi Program MBG tahun anggaran 2025-2026.
"Benar," kata Anang saat dikonfirmasi pada Rabu (17/6/2026).
Baca Juga: KPK Tegaskan Fitroh Rohcahyanto Tak Punya Hubungan dengan Tersangka Kasus MBG Sony Sonjaya
"Di Kejagung Gedung Bundar," tambahnya.
Dalam perkara ini, penyidik Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka. Dugaan korupsi disebut terjadi dalam dua klaster, yakni terkait pengadaan barang dan jasa serta praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Pada 3 Juni 2026, penyidik menetapkan tiga mantan petinggi BGN sebagai tersangka, yaitu Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung. Ketiganya diduga terlibat dalam proses pengadaan serta pengaturan titik SPPG.
Selanjutnya, pada 11 Juni 2026, penyidik menetapkan Asep Yusuf Somantri sebagai tersangka. Pria yang disebut sebagai orang kepercayaan Sony itu diduga berperan dalam pengaturan calon SPPG dan mengalirkan sejumlah uang kepada mantan wakil kepala BGN tersebut.
Sehari kemudian, Kejagung kembali menetapkan tersangka baru, yakni Andrew Mulyono. Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal itu diduga melakukan penggelembungan harga dalam pengadaan motor listrik merek Emmo untuk Program MBG.
Penyidik menduga Andrew memperoleh proyek pengadaan tersebut setelah menjalin komunikasi dengan Lodewyk Pusung yang saat itu menjabat wakil kepala BGN.
Hingga kini, penyidikan perkara masih terus berjalan untuk menelusuri peran para tersangka serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








