Perketat Pengawasan agar Indonesia Tidak Dijadikan Markas Sindikat Judi Online

AKURAT.CO DPR mengapresiasi pengungkapan sindikat judi online yang melibatkan ratusan warga negara asing (WNA) di Kawasan Hayam Wuruk, Jakarta, oleh Bareskrim Polri.
Menurut Ketua DPR, Puan Maharani, pemerintah harus melakukan antisipasi dan pengawasan ketat, agar Indonesia tidak dijadikan basis operasional judi online.
"Kita harus melakukan antisipasi. Jangan sampai kemudian kalau kemudian ada pihak-pihak yang berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai tempat persinggahan atau sebagai tempat utama judi online. Tentu saja itu jangan sampai terjadi," katanya, dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (12/5/2026).
Menurut Puan, langkah pengawasan dan pengetatan harus dilakukan secara berkala, bukan hanya setelah kasus besar terungkap. Hal itu penting untuk mencegah meluasnya praktik kejahatan digital lintas negara di wilayah Indonesia.
"Karena itu, pengetatan atau antisipasi terkait dengan hal itu ya harus dilakukan. Bukan hanya sekarang tapi secara berkala," ujarnya.
Baca Juga: Komisi III DPR Desak Polri Kejar Bandar Judi Online Internasional hingga Aktor Pendukungnya
Puan menilai upaya pencegahan perlu dilakukan secara serius. Termasuk memperkuat pengawasan terhadap keberadaan WNA dan aktivitasnya yang berpotensi berkaitan dengan jaringan judi online internasional.
"Jadi, hal ini penting karena ini juga untuk menjaga jangan sampai ini menjadi semakin luas dan melebar," katanya.
Sebelumnya, pada Sabtu (9/5/2026) penyidik Bareskrim menggerebek lokasi yang dijadikan pusat operasional judi online di sebuah gedung perkantoran di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta.
Dalam operasi tersebut, ditangkap 321 WNA yang diduga terlibat langsung dalam aktivitas perjudian daring.
Direktur Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim, Brigjen Wira Satya Triputra, mengatakan, para pelaku diamankan saat sedang menjalankan operasional situs judi online.
"Para pelaku kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan, dalam arti para pelaku sedang melakukan operasional ataupun kegiatan daripada judi online. Dari para pelaku yang berhasil kita amankan, jumlahnya mencapai 321 orang," jelasnya.
Terungkap mayoritas para WNA tersebut masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata. Namun, saat dilakukan pemeriksaan, diketahui izin tinggal mereka telah melewati masa berlaku.
Adapun, para WNA yang diamankan berasal dari lintas negara, dengan jumlah terbanyak dari Vietnam 228 orang. Kemudian 57 orang dari China, 13 dari Myanmar, 11 dari Laos, lima dari Thailand, tiga dari Malaysia, dan tiga dari Kamboja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 6Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 7Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla








