Segera Audit Penyebab Mangkraknya Pembangunan Stadion Barombong di Makassar

AKURAT.CO Polemik mangkraknya pembangunan stadion sepak bola Barombong di Kota Makassar mendapat perhatian serius dari banyak pihak.
Pasalnya, pembangunan stadion sepak bola yang diharapkan bakal menjadi kebanggan masyarakat Makassar itu kini pupus dan harus terhenti lantaran sejumlah kendala, baik teknis maupun nonteknis.
Dimulai sejak 2011 atau lebih dari satu dekade lalu, stadion tersebut hingga saat ini belum rampung secara fungsional. Secara fisik, struktur utama stadion memang berdiri namun dianggap mangkrak dan terhenti ditengarai disebabkan masalah sengketa lahan.
Mangkraknya stadion disebabkan berbagai faktor di antaranya mulai dari pergantian pemimpin yang tidak diikuti dengan lanjutan pembangunan hingga masalah kepemilikan lahan yang menjadi sengketa.
Selain belum jelasnya status aset, kendala lain yang menyebabkan mangkraknya Stadion Barombong ditenggarai lantaran berbagai elemen penting yang diwajibkan dalam peraturan adminitrasi izin teknis dan lingkungan disinyalir belum terpenuhi.
Baca Juga: Investor Menang Tender PSEL Makassar Tapi Terhambat Birokrasi Pemerintah Daerah
Menyikapi hal itu, Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, mendorong proses audit secara komperhensif perihal penyebab masalah mangkraknya pembangunan stadion sepak bola tersebut.
Ia menekankan harus ada hasil yang terbuka atas penyebab mangkraknya pembangunan Stadion Barombong. Sebab, pembangunan stadion sepak bola itu telah menghabiskan anggaran kurang lebih Rp200 miliar.
"Ya harus diperiksa (penyebab) mangkraknya itu," kata Fickar, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Keinginan masyarakat Makassar memiliki stadion megah dengan standar internasional kini pupus karena sejumlah kendala, baik yang disebabkan oleh faktor internal hingga eksternal.
Faktor itu antara lain soal keterbatasan anggaran dan kebijakan birokrasi yang disinyalir kerap kali berputar terhadap masalah jurang curam antara norma dan praktik.
Baca Juga: FIFA Soroti Kemegahan Stadion GBK Jelang FIFA Series 2026
Berdasarkan hal itu, Fickar menilai harus ada kejelasan dari pengembang maupun pemerintah pusat dan daerah soal kendala mangkraknya bangunan Stadion Barombong selama satu dekade ini.
Sebagai informasi, pembangunan Stadion Barombong digarap oleh PT Usaha Subur Sejahtera, PT Kanta Karya Utama dan Prospera Consultan Engineering yang tercatat sebagai pemenang tender.
Menurut Fickar, faktor penyebab mangkraknya bangunan Stadion Barombong juga harus diikuti dengan keseriusan penegak hukum untuk membuka proses penyelidikan.
"Harus diperiksa, mangkraknya itu apakah karena bahan baku proyek yang naik atau apakah ada uang proyek dibawa lari," ujarnya.
Fickar menambahkan jika dalam proses pemeriksaan ditemukan ada faktor dugaan tindak pidana, maka aparat penegak hukum harus segera melakukan tindakan penyelidikan.
"Yang kedua ini bisa tipikor," pungkasnya.
Baca Juga: Ofisial Malut Diduga Intimidasi Wartawan dan Datangi Ruang Ganti Wasit di Stadion Kie Raha
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 6Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 7Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 9Didamping Dasco hingga Teddy, Presiden Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati
- 10KPK Pantau Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong




