9 Eks Pimpinan KPK Surati Jokowi, Minta Pansel dan Dewas Dipilih dengan Cermat

AKURAT.CO Sembilan mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), meminta agar Kepala Negara memilih panitia seleksi (pansel) komisioner dan dewan pengawas KPK dengan cermat. Sebab, pansel akan sangat menentukan kepemimpinan KPK lima tahun ke depan.
Salah satu mantan Komisioner KPK yakni, Abraham Samad menilai, situasi di KPK sudah sangat mengkhawatirkan. Merujuk temuan Transparency International, skor Indeks Persepsi Korupsi tahun 2023 mengalami stagnasi pada angka 34.
Dari sisi peningkatan, Indonesia justru turun dari 110 ke 115. Selain itu, kondisi KPK juga dinilai mengalami hal serupa. Rentetan pelanggaran etik, bahkan persoalan hukum, turut mewarnai kepemimpinan Komisioner KPK masa jabatan 2019-2024.
Baca Juga: Presiden Jokowi Diharap Tak Salah Pilih Pansel Pimpinan dan Dewas KPK
Sejalan dengan hal itu, berdasarkan data dari sejumlah lembaga survei, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KPK perlahan mulai pudar.
"Bapak Presiden, situasi semacam ini membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah untuk kembali meningkatkan performa KPK seperti sedia kala," kata Samad dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/5/2024).
Menurut Samad, momentum perbaikan KPK terbuka lebar dengan pergantian Komisioner KPK. Namun, pansel yang bertugas menyeleksi harus juga memiliki kompetensi mumpuni.
Namun, jika Panitia Seleksi diisi oleh figur-figur problematik, maka hal itu akan berimbas pada proses penjaringan dan dapat berujung pada terpilihnya Komisioner serta Dewan Pengawas bermasalah.
Baca Juga: Cari Pengganti Firli, DPR Dorong Jokowi Bentuk Pansel
Maka dari itu, Presiden Jokowi diharap dapat mempertimbangkan sejumlah kriteria, seperti integritas, kompetensi, dan independen figur yang akan menjadi pansel.
"Anggota Panitia Seleksi diharapkan tidak memiliki afiliasi dengan kelompok, institusi, atau partai politik tertentu. Poin independen menjadi krusial guna meminimalisir adanya konflik kepentingan saat menjalankan tugas sebagai Panitia Seleksi," kata Samad.
Berikut 9 eks pimpinan KPK yang berkirim surat ke Presiden RI, Jokowi;
1. Erry Riyana Hardjapamekas (Komisioner KPK 2003-2007)
2. Mochamad Jasin (Komisioner KPK 2007-2011)
3. Mas Achmad Santosa (Plt Komisioner KPK 2009)
4. Busyro Muqoddas (Komisioner KPK 2010-2014)
5. Adnan Pandu Praja (Komisioner KPK 2011-2015)
6. Abraham Samad (Komisioner KPK 2011-2015)
7. Laode M Syarif (Komisioner KPK 2015-2019)
8. Basaria Panjaitan (Komisioner KPK 2015-2019)
9. Saut Situmorang (Komisioner KPK 2015-2019).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






