Polisi Harus Transparan soal Kebakaran Rumah Hakim Tipikor Medan

AKURAT.CO Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap, menilai insiden kebakaran rumah Hakim Pengadilan Tipikor Medan, Khamozaro Waruwu, sehari sebelum pembacaan tuntutan kasus korupsi proyek jalan di Sumatera Utara perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.
Yudi menyoroti waktu kejadian yang berdekatan dengan proses persidangan. Menurutnya, kepolisian perlu mengusut tuntas penyebab kebakaran agar tidak menimbulkan dugaan publik.
“Agak kebetulan, ya. Kita percayakan kepada penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, untuk mengusut tuntas apa sebenarnya penyebab terjadinya kebakaran tersebut,” ujar Yudi kepada wartawan, Rabu (5/11/2025).
Ia menekankan pentingnya keterbukaan hasil penyelidikan demi mencegah spekulasi.
“Harus dibuka agar tidak ada prasangka-prasangka,” tegasnya.
Baca Juga: MKD Putuskan Adies Kadir Tak Langgar Etik, Nama Baik dan Jabatan Dipulihkan
Yudi juga berharap insiden ini tidak memengaruhi independensi maupun fokus majelis hakim dalam memeriksa dan memutus perkara.
“Saya berharap hakim tetap fokus terhadap pekerjaannya,” ujarnya.
Sebelumnya, rumah milik Hakim Khamozaro—yang diketahui meminta Jaksa KPK menghadirkan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, sebagai saksi dalam persidangan kasus tersebut—dilaporkan terbakar pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.
Peristiwa terjadi saat Khamozaro dan keluarganya tidak berada di rumah.
Lokasi rumah berada di Komplek Taman Harapan Indah, Jalan Pasar II, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang









