Polda Metro Jaya Minta Maaf atas Kasus Pungli di Samsat Bekasi

AKURAT.CO Polda Metro Jaya minta maaf lantaran masih ada kasus pungutan liar (pungli) di wilayah hukumnya. Terkini, kasus serupa terjadi saat seorang warga mengurus pajak di Samsat Bekasi.
"Dan ini saya sendiri sungguh mohon maaf," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman di kantornya, Jumat (13/9/2024).
Dia mengungkapkan, kelakuan anak buahnya yang merupakan anggota pelayanan BPKB tersebut tak terpuji. Padahal, proses standar pelayanan sudah jelas, semua warga yang datang harus dilayani tanpa menawarkan sesuatu ataupun meminta imbalan sesuatu.
"Kemarin ada kejadian anggota kami yang melakukan tindakan tidak terpuji yaitu menawarkan, sebetulnya ini kan tidak boleh," ungkap dia lagi.
Baca Juga: Polisi Usut Dugaan Pungli di Samsat Bekasi, Oknum Petugas Dihukum Patsus
Sebelumnya, seorang warga bernama Tian mengeluhkan dugaan pungutan liar (pungli) saat mengurus layanan balik nama dan perpanjangan pajak di Samsat Bekasi. Keluhan ini disampaikan melalui rekaman video di akun Threads pribadinya, @arihnurcahhyo, pada Kamis (12/9/2024).
"Hari ini saya ke Samsat Bekasi untuk balik nama perpanjangan pajak. Semua proses sudah selesai hingga pembuatan BPKB," ujar Tian.
Namun, Tian mengaku dimintai uang Rp 500 ribu oleh seorang oknum polisi agar prosesnya dipercepat. Jika menolak, Tian diberi pilihan untuk menunggu selama tiga hari.
Sebelumnya, seorang warga bernama Tian mengeluhkan dugaan pungutan liar (pungli) saat mengurus layanan balik nama dan perpanjangan pajak di Samsat Bekasi.
Keluhan ini disampaikan melalui rekaman video di akun Threads pribadinya, @arihnurcahhyo, pada Kamis (12/9/2024).
"Hari ini saya ke Samsat Bekasi untuk balik nama perpanjangan pajak. Semua proses sudah selesai hingga pembuatan BPKB," ujar Tian.
Namun, Tian mengaku dimintai uang Rp 500 ribu oleh seorang oknum polisi agar prosesnya dipercepat. Jika menolak, Tian diberi pilihan untuk menunggu selama tiga hari.
Tian memilih menunggu tiga hari, namun respons oknum polisi tersebut terlihat tidak puas. Kesal dengan situasi itu, Tian berteriak di loket untuk menarik perhatian petugas lain dan melaporkan kejadian yang dialaminya.
Namun, bukannya mendapatkan bantuan, Tian justru diinterogasi oleh petugas lain di sebuah ruangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







