Soal Mobil Hilang Di Mabes Polri, Pentolan MAKI Sebut Firli Bahuri Berbohong

AKURAT.CO Pernyataan Ketua KPK, Firli Bahuri, yang menyebut mobilnya hilang usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri dianggap bohong.
Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, merasa tidak yakin dengan apa yang disampaikan Firli Bahuri.
Menurut dia, tidak sembarangan mobil bisa masuk ke Kompleks Mabes Polri.
"Soal mobil hilang, itu saya yakin itu berbohong. Tidak mungkin mobil bisa hilang di Kompleks Mabes Polri," ujar Boyamin melalui pesan suara kepada Akurat.co, Selasa (21/11/2023).
Dia menjelaskan, mobil yang masuk Mabes Polri pastinya dengan pengawasan ketat. Karena tanpa akses tidak mungkin bisa masuk.
Bahkan untuk level anggota polisi yang bisa masuk hanya bintang satu atau kombes, atau yang hanya punya akses khusus.
"Nah, ketika mobil Pak Firli masuk itu kan artinya ada yang urus, ada protokoler KPK dan kepolisian. Jadi kalau hilang saya yakin tidak benar. Kan ada CCTV. Jadi tidak mungkin hilang. Kata-kata hilang itu mungkin didramatisir," ujar Boyamin.
Diketahui, Firli Bahuri menjalani pemeriksaan kedua di Mabes Polri pada Kamis (16/11/2023), sebagai saksi dalam dugaan pemerasan terhadap mentan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Baca Juga: Dewas KPK Buka Peluang Konfrontir Firli Bahuri Dengan Syahrul Yasin Limpo
Dengan tidak adanya mobil yang ia tumpangi saat ke Mabes Polri, Firli mengaku pergi dari Gedung Bareskrim menggunakan mobil yang dipinjamkan oleh kenalannya di sana.
"Yang kedua, saya hadir dan menuntaskannya (pemeriksaan kasus SYL) tetapi saya sungguh dikagetkan mengapa kendaraan pribadi saya, saya tidak tahu keberadaannya dan saya melihat tidak saya temukan kendaraan tersebut. Sehingga, seseorang menyampaikan kepada saya untuk meminjamkan mobil pribadinya dan mengantar saya keluar dari tempat," ujar Firli dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/11/2023).
Firli pun membantah bersembunyi dari awak media setelah menjalani pemeriksaan. Dia mengaku perlu waktu jeda sehingga tidak bisa memberikan keterangan pers terkait perkara yang menyeret namanya, yang sedang ditangani kepolisian.
"Saya sadar rekan-rekan menunggu, dengan kesadaran bahwa saya adalah pejabat publik, tetapi juga saya sebagai manusia terkadang saya butuh waktu untuk jeda, terutama di situasi yang begitu saya anggap situasi abnormal yang tidak bisa saya jelaskan saat ini," jelas pensiunan jenderal bintang tiga Polri itu.
Baca Juga: Novel Baswedan Sebut Firli Bahuri Sedang Menghina KPK
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







