Pria Mengaku Imam Mahdi, Sudah Pasti Berbohong Atas Nama Agama

AKURAT.CO Fenomena seseorang mengaku sebagai Imam Mahdi kembali mengingatkan umat Islam agar tidak mudah percaya terhadap klaim keagamaan yang tidak memiliki dasar dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Terlebih ketika klaim tersebut disertai tawaran yang menjanjikan keselamatan akhirat dengan imbalan materi. Agama yang seharusnya menjadi jalan pembinaan iman justru berisiko dijadikan alat untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Belakangan, media sosial diramaikan oleh video seorang pria di Bangkalan, Madura, yang disebut-sebut mengaku sebagai Imam Mahdi. Perhatian publik semakin besar setelah muncul informasi bahwa pria tersebut menawarkan sejumlah hal yang dinilai tidak masuk akal dalam ajaran Islam, mulai dari klaim dapat memperpanjang umur melalui layanan yang disebut “top up nyawa” hingga menjual tiket komersial untuk masuk surga.
Klaim semacam ini bukan sekadar persoalan sensasi di ruang digital. Ada persoalan akidah, penyalahgunaan kepercayaan, dan potensi penipuan yang perlu dicermati. Sebab, keselamatan akhirat bukan komoditas yang dapat diperjualbelikan, sementara umur manusia bukan sesuatu yang bisa diperpanjang melalui transaksi dengan seseorang yang mengaku memiliki kedudukan spiritual tertentu.
Baca Juga: Kemenhaj Jelaskan Alasan Membuka Peluang Non-Muslim Jadi Petugas Haji
Dalam ajaran Islam, tidak ada manusia yang mempunyai kewenangan menjamin seseorang masuk surga hanya dengan membeli tiket atau membayar sejumlah uang. Surga merupakan balasan dari Allah Swt. berdasarkan rahmat dan keadilan-Nya. Manusia diperintahkan untuk beriman, beramal saleh, bertobat, dan menjalani kehidupan sesuai petunjuk-Nya. Tidak ada individu yang dapat memonopoli akses menuju keselamatan akhirat.
Al-Qur’an menegaskan bahwa kehidupan dan kematian berada dalam kekuasaan Allah Swt. Dalam QS. al-A'raf [7]: 34 disebutkan:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
“Setiap umat mempunyai batas waktu. Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”
Ayat tersebut memberikan penegasan bahwa ajal merupakan ketetapan Allah. Karena itu, klaim seseorang yang menawarkan perpanjangan umur melalui layanan berbayar tidak memiliki dasar dalam ajaran Al-Qur’an. Manusia dapat berikhtiar menjaga kesehatan dan keselamatan hidup, tetapi tidak mempunyai kuasa untuk memperjualbelikan atau mengubah ketetapan ajal.
Demikian pula dengan klaim menjual tiket masuk surga. Dalam QS. an-Najm [53]: 39, Allah Swt. berfirman:
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
“Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
Ayat ini mengingatkan bahwa kehidupan manusia berkaitan dengan tanggung jawab atas iman dan amalnya. Tentu, amal bukan berarti manusia dapat membeli surga dengan perhitungan transaksional. Keselamatan akhirat tetap berada dalam rahmat Allah. Rasulullah saw. bahkan menjelaskan bahwa seseorang tidak masuk surga semata-mata karena amalnya, melainkan karena rahmat Allah. (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Lantas, bagaimana dengan klaim sebagai Imam Mahdi?
Dalam literatur hadis Islam, Imam Mahdi dikenal sebagai figur yang dikaitkan dengan kemunculan menjelang akhir zaman. Sejumlah riwayat membicarakan sosok tersebut, meskipun terdapat perbedaan pandangan ulama dalam memahami dan menilai kualitas sebagian riwayatnya. Karena itu, klaim seseorang sebagai Imam Mahdi tidak dapat diterima hanya berdasarkan pengakuan pribadi, apalagi jika disertai praktik yang bertentangan dengan prinsip dasar akidah dan syariat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 5Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia




