PBNU Siapkan Konsolidasi Besar, Bidik Penguatan Akar Rumput dan Generasi Digital

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode khidmah 2026–2031 menyiapkan sejumlah agenda konsolidasi organisasi sebagai langkah awal kepengurusan baru. Penguatan struktur hingga tingkat akar rumput dan keterlibatan generasi muda menjadi salah satu fokus utama.
Katib Aam PBNU Prof. Muhammad Nuh mengatakan agenda konsolidasi tersebut akan mencakup Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), hingga Rapat Kerja Nasional (Rakernas).
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja cepat atau quick win kepengurusan PBNU periode baru.
“Sekarang harus ada hasil yang segera bisa dirasakan manfaatnya,” kata Muhammad Nuh saat memaparkan arah kebijakan organisasi di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Baca Juga: Profil Kiai Said Aqil Siroj, Dua Periode Pimpin PBNU yang Kini Jadi Wantimpres RI
PBNU menargetkan sejumlah hasil konkret dari agenda awal kepengurusan tersebut dapat terlihat pada peringatan Hari Lahir (Harlah) NU pada 31 Januari 2027.
Muhammad Nuh mengatakan penguatan organisasi akan dilakukan dengan berpedoman pada empat prinsip utama. Pertama, menjaga qanun asasi dan Khittah NU sebagai landasan organisasi.
Kedua, memperkuat tata kelola organisasi yang baik dan transparan. Ketiga, memastikan program kerja memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat akar rumput. Keempat, menempatkan kemaslahatan umat sebagai orientasi utama dalam kebijakan organisasi.
Menurut Nuh, penguatan struktur akar rumput menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Penguatan tersebut akan dilakukan mulai dari tingkat ranting hingga berbagai unsur organisasi lainnya.
“Akar itu mulai dari ranting, masyarakat bawah, kelompok mustasyar, a’wan, dan berbagai unsur organisasi yang perlu kita perkuat,” ujarnya.
Penguatan juga diarahkan kepada badan otonom (banom) dan lembaga-lembaga yang berada di lingkungan NU.
Selain memperkuat struktur organisasi di tingkat bawah, PBNU juga menyiapkan ruang yang lebih besar bagi generasi muda yang tumbuh dalam ekosistem digital.
Nuh menyebut generasi digital native memiliki posisi strategis dalam perkembangan organisasi dan kehidupan masyarakat ke depan. Karena itu, NU dinilai perlu menyesuaikan pendekatan dakwah dan aktivitas organisasinya dengan perkembangan teknologi serta karakter generasi muda.
PBNU, kata Nuh, akan membuka kesempatan bagi generasi muda digital untuk berkontribusi dalam gerakan organisasi. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan kekuatan struktur akar rumput dengan kreativitas generasi yang tumbuh bersama teknologi.
Baca Juga: Gus Ipul Sebut Tudingan Aliran Dana Muktamar NU sebagai Fitnah, PBNU Pertimbangkan Jalur Hukum
Kepengurusan PBNU periode 2026–2031 berharap kombinasi penguatan organisasi di tingkat bawah dan keterlibatan anak muda dapat membuat keberadaan NU semakin dirasakan masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PBNU memastikan program organisasi tidak hanya berhenti pada agenda struktural, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil





