Akurat Logo

Belajar dari Kasus Kalapas Cibinong: Mengapa Sifat Qanaah dan Amanah Adalah Kunci Kebahagiaan Hakiki?

Lufaefi | 6 Oktober 2026, 05:36 WIB
Belajar dari Kasus Kalapas Cibinong: Mengapa Sifat Qanaah dan Amanah Adalah Kunci Kebahagiaan Hakiki?
Ilustrasi lapas Cibinong - istimewa

AKURAT.CO Kasus Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali menjadi perhatian publik setelah ditemukan fasilitas mewah di dalam lapas. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan kemudian menjatuhkan sanksi kepada 17 pegawai, termasuk memberhentikan Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto dari status aparatur sipil negara (ASN).

Temuan tersebut sebelumnya bermula dari pemeriksaan Ombudsman RI yang menemukan hunian dengan berbagai fasilitas mewah di lingkungan lapas. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyebut hasil investigasi menemukan adanya penyalahgunaan wewenang, ketidaktertiban dalam pengelolaan barang milik negara, serta pelanggaran sejumlah standar operasional prosedur.

Kasus tersebut tentu memiliki proses pemeriksaan dan pertanggungjawaban administratif tersendiri. Namun, dari sisi moral keagamaan, peristiwa ini juga dapat menjadi bahan renungan tentang dua sifat penting dalam kehidupan: qanaah dan amanah.

Ketika Jabatan Tidak Diiringi Amanah

Dalam Islam, jabatan bukan sekadar kedudukan yang memberikan kewenangan. Jabatan merupakan amanah yang kelak harus dipertanggungjawabkan.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا

Innallāha ya’murukum an tu’addul-amānāti ilā ahlihā.

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (QS An-Nisa: 58).

Ayat tersebut memberikan prinsip penting bahwa amanah harus ditempatkan pada tempatnya. Dalam konteks pekerjaan, amanah berarti menjalankan tugas sesuai tanggung jawab, menggunakan kewenangan secara benar, serta tidak menjadikan posisi yang dimiliki sebagai jalan untuk memperoleh keuntungan pribadi secara tidak sah.

Baca Juga: Pedagang Sate Dipaksa Menyerahkan Uang hingga Diancam Celurit, Islam Tegas Melarang Pemalakan

Karena itu, semakin besar kewenangan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab moral yang melekat padanya.

Qanaah Bukan Berarti Menolak Kekayaan

Selain amanah, Islam juga mengajarkan qanaah. Secara sederhana, qanaah berarti menerima dengan lapang apa yang Allah berikan, disertai sikap merasa cukup dan tidak rakus terhadap apa yang berada di luar haknya.

Qanaah bukan berarti seseorang dilarang memiliki rumah yang baik, kendaraan, penghasilan besar, atau kehidupan yang nyaman. Islam tidak mengharamkan seseorang menikmati rezeki yang halal.

Persoalannya adalah ketika keinginan untuk mendapatkan lebih membuat seseorang kehilangan batas antara hak dan bukan hak.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

“Janganlah sekali-kali engkau tujukan pandanganmu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka sebagai bunga kehidupan dunia.” (QS Taha: 131).

Ayat tersebut mengajarkan agar manusia tidak menjadikan kenikmatan dunia sebagai ukuran utama kebahagiaan.

Mengapa Manusia Sulit Merasa Cukup?

Salah satu persoalan manusia adalah keinginan yang terus berkembang. Ketika mendapatkan sesuatu, muncul keinginan berikutnya. Ketika memiliki satu fasilitas, ingin memiliki fasilitas yang lebih tinggi.

Rasulullah SAW menggambarkan kecenderungan tersebut dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Seandainya manusia memiliki dua lembah harta, ia masih menginginkan lembah ketiga; dan yang dapat memenuhi perut manusia hanyalah tanah.

Hadis ini bukan berarti Islam melarang seseorang bekerja keras atau mengejar kemajuan ekonomi. Pesannya adalah bahwa kekayaan tidak otomatis membuat manusia merasa cukup.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi