Merasa Dibuntuti Seseorang? Amalkan Doa Perlindungan Ini agar Hati Tenang Menurut Sunnah

AKURAT.CO Merasa seperti diikuti seseorang saat berjalan sendirian tentu dapat menimbulkan rasa takut dan gelisah. Dalam situasi tersebut, seseorang perlu tetap tenang, memperhatikan keadaan sekitar, dan mengambil langkah aman. Bagi seorang Muslim, berdoa juga menjadi ikhtiar untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Salah satu doa perlindungan yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A‘ūdzu bi kalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq.*
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan.”
Doa ini diriwayatkan dari Khaulah binti Hakim dalam hadis sahih riwayat Muslim. Rasulullah SAW mengajarkan doa tersebut untuk dibaca ketika seseorang singgah di suatu tempat. Dalam hadis itu disebutkan, orang yang membacanya akan mendapat perlindungan hingga meninggalkan tempat tersebut.
Baca Juga: Doa saat Merasa Lelah Menjalani Kehidupan, Memohon Kekuatan dan Ketenangan kepada Allah
Karena itu, doa ini dapat diamalkan ketika seseorang berhenti atau berada di suatu tempat dan merasa membutuhkan perlindungan Allah. Namun, penting dipahami bahwa hadis tersebut menyebut konteks singgah di suatu tempat, bukan secara khusus tentang seseorang yang merasa dibuntuti.
Doa perlindungan pada pagi dan petang
Selain doa tersebut, terdapat zikir perlindungan yang diajarkan untuk dibaca pada pagi dan petang sebanyak tiga kali:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma‘asmihī syai’un fil-arḍi wa lā fis-samā’i wa huwas-samī‘ul-‘alīm.
Artinya: “Dengan nama Allah, yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang dapat membahayakan. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Zikir ini diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dan Jami‘ at-Tirmidzi. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW menganjurkan membacanya tiga kali pada pagi dan petang.
Tetap ikhtiar menjaga keselamatan
Mengamalkan doa tidak berarti seseorang harus mengabaikan keadaan nyata. Jika merasa benar-benar diikuti, sebaiknya menuju tempat ramai atau lokasi yang aman, menghubungi keluarga atau orang tepercaya, dan meminta bantuan petugas apabila ada ancaman.
Jangan pula langsung menyimpulkan bahwa rasa takut tersebut pasti berkaitan dengan gangguan gaib. Perhatikan situasi secara objektif dan utamakan keselamatan diri.
Baca Juga: Doa saat Overthinking, Memohon Petunjuk Allah agar Diberi Jalan Terbaik dalam Hidup
Doa dan ikhtiar berjalan beriringan. Seorang Muslim memohon perlindungan kepada Allah, sekaligus menggunakan akal dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menghindari bahaya.
Pada akhirnya, doa bukan sekadar rangkaian bacaan, melainkan bentuk penghambaan dan sandaran hati kepada Allah. Saat rasa takut datang, seorang hamba dapat berdoa, menenangkan diri, dan melakukan tindakan yang aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen





