Akurat Logo

Cara Mendoakan Orang Non-Muslim yang Sesuai Syariat Islam

Lufaefi | 23 September 2026, 07:22 WIB
Cara Mendoakan Orang Non-Muslim yang Sesuai Syariat Islam
Doa untuk Non Muslim - Dok. Istimewa

AKURAT.CO Dalam kehidupan sehari-hari, seorang Muslim tentu dapat berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan orang non-Muslim. Persahabatan, hubungan bertetangga, pekerjaan, hingga hubungan sosial lainnya merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, tidak jarang muncul pertanyaan: bolehkah seorang Muslim mendoakan orang non-Muslim? Bagaimana doa yang sesuai dengan tuntunan Islam?

Secara umum, doa untuk orang non-Muslim perlu dibedakan berdasarkan keadaan dan isi doanya. Islam tidak melarang seorang Muslim berbuat baik dan berlaku adil kepada orang lain yang berbeda agama.

Allah SWT berfirman:

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ

“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak pula mengusirmu dari negerimu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”

(QS Al-Mumtahanah: 8)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa hubungan sosial yang baik dengan non-Muslim tetap memiliki ruang dalam Islam.

Lantas, doa seperti apa yang dapat dipanjatkan?

Pertama, seorang Muslim dapat mendoakan kebaikan duniawi. Misalnya, mendoakan agar tetangga atau teman non-Muslim diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam urusan, dan kehidupan yang baik. Doa semacam ini berkaitan dengan kebaikan dunia dan tidak bertentangan dengan prinsip syariat.

Kedua, seorang Muslim dapat mendoakan agar orang non-Muslim memperoleh hidayah dan mengenal kebenaran Islam. Doa semacam ini justru memiliki landasan dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Ketika Nabi SAW berharap agar salah satu orang yang dekat dengannya memperoleh petunjuk, beliau tetap mendoakannya. Bahkan Nabi SAW pernah bersabda kepada kaum Tsaqif agar mereka memohon:

اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَأْتِ بِهِمْ

“Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaum Daus dan datangkanlah mereka (dalam keadaan beriman).”

(HR Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Doa Maulid Nabi Muhammad SAW, Lengkap dengan Arab dan Artinya

Namun, terdapat batasan dalam persoalan doa bagi orang non-Muslim yang telah meninggal dalam keadaan tidak beriman. Al-Qur'an menjelaskan:

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ

“Tidaklah pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik.”

(QS At-Taubah: 113)

Karena itu, doa memohonkan ampunan dan rahmat akhirat bagi orang yang meninggal dalam keadaan non-Muslim memiliki ketentuan yang berbeda dengan doa untuk kesehatan, keselamatan, kebaikan dunia, atau hidayah ketika seseorang masih hidup.

Dengan demikian, mendoakan orang non-Muslim tidak otomatis dilarang. Seorang Muslim tetap dapat menunjukkan kasih sayang dan kepedulian melalui doa yang sesuai dengan tuntunan syariat, terutama doa untuk kebaikan dunia dan memohonkan hidayah selama orang tersebut masih hidup.

Sikap tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan agama tidak harus menjadi alasan untuk menghilangkan akhlak baik dalam kehidupan sosial.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi