Akurat Logo

Panduan Spiritual dan Doa Safar saat Bepergian Lewat Jalur Laut, agar Selamat

Lufaefi | 14 September 2026, 08:00 WIB
Panduan Spiritual dan Doa Safar saat Bepergian Lewat Jalur Laut, agar Selamat
etika dan doa safar dalam Islam - istimewa

AKURAT.CO Bepergian menggunakan kapal atau transportasi laut menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Sebagai negara kepulauan, perjalanan lewat jalur laut kerap menjadi pilihan untuk menuju berbagai daerah.

Namun, perjalanan di laut juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Perubahan cuaca, gelombang tinggi, angin kencang, hingga kondisi teknis kapal dapat menjadi tantangan selama perjalanan. Karena itu, selain mempersiapkan kebutuhan perjalanan, umat Islam dapat melengkapinya dengan doa dan ikhtiar keselamatan.

Dalam Islam, perjalanan disebut safar. Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus yang dibaca ketika menaiki kendaraan. Doa ini dapat diamalkan ketika seseorang menaiki kapal sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ ۝ لِتَسْتَوُوا عَلَىٰ ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ

"Dan Dia yang menciptakan semua pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan hewan ternak yang kamu tunggangi, agar kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu mengingat nikmat Tuhanmu ketika telah duduk di atasnya dan mengucapkan, 'Mahasuci Dia yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.'"

(QS. Az-Zukhruf: 12–13).

Baca Juga: Penumpang BAB di KRL Bogor-Jakarta Kota, Ini Etika Islam Menjaga Kebersihan

Ayat tersebut menjadi salah satu landasan doa ketika menaiki kendaraan. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa safar yang lebih lengkap.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَىٰ، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَىٰ. اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ.

"Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan ketakwaan serta amal yang Engkau ridai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami dan dekatkanlah jaraknya. Ya Allah, Engkaulah yang menyertai dalam perjalanan dan menjaga keluarga yang kami tinggalkan."

(HR. Muslim).

Doa tersebut tidak hanya berisi permohonan agar perjalanan berlangsung lancar. Di dalamnya terdapat permintaan agar perjalanan dipenuhi kebaikan, ketakwaan, kemudahan, dan perlindungan Allah SWT.

Lalu, bagaimana panduan spiritual sebelum melakukan perjalanan lewat jalur laut?

Pertama, luruskan niat. Perjalanan dapat menjadi aktivitas bernilai ibadah apabila dilakukan untuk tujuan yang baik. Bekerja, menuntut ilmu, bersilaturahmi, berwisata, atau memenuhi kebutuhan keluarga dapat menjadi bagian dari aktivitas yang bernilai positif.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi