Akurat Logo

Penumpang BAB di KRL Bogor-Jakarta Kota, Ini Etika Islam Menjaga Kebersihan

Lufaefi | 14 September 2026, 05:27 WIB
Penumpang BAB di KRL Bogor-Jakarta Kota, Ini Etika Islam Menjaga Kebersihan
KRL Jakarta Bogor - Istimewa

AKURAT.CO Sebuah kejadian di Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Bogor-Jakarta Kota menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan seorang penumpang pria lanjut usia buang air besar (BAB) di dalam gerbong beredar di media sosial.

Peristiwa tersebut menuai beragam komentar dari warganet. KAI Commuter mengecam tindakan tersebut dan mengimbau pengguna jasa untuk memanfaatkan fasilitas toilet yang tersedia di stasiun.

Terlepas dari persoalan yang menyertainya, kejadian tersebut kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan di ruang publik. Kereta api merupakan fasilitas yang digunakan oleh banyak orang sehingga setiap penumpang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kenyamanan bersama.

Dalam Islam, kebersihan mendapatkan perhatian yang sangat besar. Kebersihan bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga memiliki hubungan dengan ibadah dan kesucian.

Baca Juga: Begini Langkah agar Terhindar dari Pelecehan Seksual dalam Islam

Rasulullah SAW bersabda:

الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ

"Kesucian itu adalah sebagian dari iman."

(HR. Muslim).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa menjaga kebersihan dan kesucian merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Karena itu, kebiasaan menjaga kebersihan idealnya tidak hanya dilakukan di rumah atau masjid, tetapi juga di tempat umum.

Dalam konteks transportasi publik, etika kebersihan dapat dimulai dari hal sederhana. Penumpang sebaiknya tidak membuang sampah sembarangan, tidak meninggalkan sisa makanan, serta menjaga fasilitas yang digunakan bersama.

Islam juga mengajarkan agar seseorang tidak menimbulkan gangguan bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda:

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

"Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain."

(HR. Ibn Majah).

Prinsip tersebut sangat relevan dengan kehidupan di ruang publik. Setiap tindakan yang berpotensi mengganggu kenyamanan, kebersihan, kesehatan, atau keselamatan orang lain sebaiknya dihindari.

Buang air besar merupakan kebutuhan biologis yang wajar. Namun, tempat melakukannya perlu diperhatikan. Jika fasilitas toilet tersedia, penggunaannya merupakan pilihan yang lebih tepat dibandingkan menggunakan ruang yang diperuntukkan bagi aktivitas lain, terlebih ruang tersebut digunakan bersama oleh banyak orang.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi