Bolehkah Orang Tua Marah saat Anaknya Keracunan MBG? Ini Jawaban Islam

AKURAT.CO Ketika seorang anak mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan, orang tua tentu bisa merasa panik, cemas, bahkan marah. Perasaan tersebut semakin kuat apabila makanan yang dikonsumsi merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, dalam situasi seperti ini, bagaimana sebenarnya Islam memandang kemarahan orang tua? Apakah marah karena khawatir terhadap keselamatan anak diperbolehkan?
Pada dasarnya, Islam tidak mengharamkan munculnya rasa marah. Marah merupakan bagian dari emosi manusia. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana seseorang mengendalikan dan mengekspresikan kemarahan tersebut.
Rasulullah SAW justru memberikan pesan agar umat Islam mampu mengendalikan amarah.
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
Artinya: “Orang yang kuat bukanlah orang yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: Menag Nasaruddin: MTQ Nasional Cerminkan Persaudaraan Lintas Agama
Hadis tersebut menunjukkan bahwa kekuatan seorang Muslim tidak hanya diukur dari kemampuan fisiknya, tetapi juga dari kemampuannya mengendalikan emosi ketika menghadapi situasi yang memancing kemarahan.
Marah karena anak sakit merupakan perasaan yang manusiawi. Orang tua tentu ingin anaknya sehat dan mendapatkan makanan yang aman. Namun, kemarahan tersebut sebaiknya diarahkan menjadi tindakan yang konstruktif, bukan berubah menjadi tindakan yang merugikan orang lain.
Lantas, bagaimana sebaiknya orang tua bersikap ketika anak mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi MBG?
Boleh marah, tetapi jangan sampai kehilangan kendali
Islam tidak meminta seseorang menjadi manusia tanpa emosi. Rasa kecewa, takut, sedih, dan marah merupakan sesuatu yang dapat muncul secara alami.
Yang perlu dijaga adalah tindakan setelah kemarahan itu muncul.
Orang tua boleh menyampaikan keberatan apabila menemukan persoalan dalam makanan yang diterima anak. Namun, menyampaikan kritik sebaiknya dilakukan dengan cara yang proporsional, berdasarkan fakta, dan tidak disertai tindakan kekerasan.
Utamakan keselamatan anak
Ketika anak mengalami gejala yang mengarah pada keracunan makanan, keselamatan anak harus menjadi prioritas.
Orang tua sebaiknya segera memastikan kondisi anak dan mencari pertolongan tenaga kesehatan apabila diperlukan. Jangan sampai kemarahan kepada pihak tertentu justru membuat perhatian terhadap kondisi anak terabaikan.
Islam mengajarkan pentingnya menjaga kehidupan dan menghindari bahaya.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
Artinya: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195).
Jangan langsung menuduh tanpa bukti
Kemarahan orang tua sebaiknya tidak membuat seseorang terburu-buru menyimpulkan siapa yang bersalah.
Jika beberapa anak mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan yang sama, tentu kejadian tersebut perlu ditelusuri. Namun, penentuan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab sebaiknya dilakukan melalui pemeriksaan dan proses yang sesuai.
Islam sangat menekankan pentingnya memastikan informasi sebelum mengambil keputusan.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.” (QS. Al-Hujurat: 6).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok







